Perda Perlindungan Hak-Hak Adat dan Budaya di Kendari Sementara Digodok

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KOTA KENDARI – SULAWESI TENGGARA

 

 

Ketgam : Seminar akhir penyusunan naska akademik Rancangan Peraturan Daerah di gedung Citra Land kota Kendari Rabu,01/08/2018/ Foto : Risman Kalosara News

 

 

 

KALOSARA NEWS,-  Lembaga  Penelitian Sosial Masyarakat (LPSM) Universitas Haluole (UHO) bekerjasama dengan sekeretariat DPRD Kota Kendari melakukan seminar akhir penyusunan naska akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Kendari tentang perlindungan hak-hak adat dan budaya masyarakat adat kerajaan Laiwoi.

 

Seminar akhir penyusunan naska Raperda itu dilaksanakan di gedung Citra Land kota Kendari pada Rabu, (01/08/2018) sekitar pukul 10.00 Wita  serta di hadiri oleh Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Kota Kendari, Mansyur Masie Abunawas,  peneliti budaya masyarakat Tolaki, Basrin Melamba serta pakar antropologi budaya dari UHO.

 

Endri Tekaka mengungkapkan, tujuan adanya seminar naska akademik itu untuk mempercepat dari rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi sebuah Peraturan Daerah (Perda) di Kota Kendari.

 

 

Ketgam : Sambutan Ketua LAT Kota Kendari, Mansyur Masie Abunawas Foto : Risman Kalosara News

 

 

Endri Tekaka berharap agar raperda yang tengah mereka gagas itu untuk segera di jadikan sebuah Perda melalui rapat paripurna di DPRD Kota Kendari nantinya.

 

 

Hal itu, menurut Endri juga sebagai payung hukum untuk melestarikan adat dan budaya masyarakat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara.

 

 

Sementara itu, dalam sambutannya ketua LAT Kota Kendari, Mansyur Masie Abunawas sangat mengapresiasi adanya upaya untuk melestarikan adat dan budaya di Kota Kendari.

 

Reporter : Risman