Hadirnya Forum SDC Mampu Mengurangi Angka Pengangguran di Sultra

oleh
Ketgam : Sosialisasi/ Konsinyasi/ Pembentukan Forum Skill Development Center (SDC) di Salah Satu Hotel di Kendari. Foto/Afdal
Ketgam : Sosialisasi/ Konsinyasi/ Pembentukan Forum Skill Development Center (SDC) di Salah Satu Hotel di Kendari. Foto/Afdal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Forum Skill Development  Center (SDC) terus melepakan sayapnya dalam upaya penanganan pengangguran tenaga kerja di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Sub Direktorat Pengembangan Kemitraan dan Pendanaan Kementerian Ketenaga kerjaan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Dr. Fitroh Hanrahmawan  mengatakan, Kegiatan Sosialisasi SDC sudah berjalan di 6 Wilayah yang bertujuan untuk penanganan penganguran ketenaga kerjaan nantinya.

“Kendari ini cukup menarik karena secara level Kendari tidaklah terlalu menghawatirkan akan pengangguran ketenaga kerjaan.namun yang ingin kami sampaikan dalam Sosialisasi Forum SDC merupakan salah satu formula dalam upaya penagulangan pengangguran walaupun  saat ini status SDC di Sultra masih vaeleting,”  ungkapnya saat mengelar sosialisasi  Konsinyasi Pembentukan SDC di Sultra yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kendari. Jum’at, (28/12/2018).

Ia menjelaskan, Kegiatan SDC  sudah dimulai sejak tahun 2016. Pada tahun 2017 sampai 2018 ada enam wilayah lokasi vailed proyek yaitu Provinsi Banten, Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Jawa Timur , Kota Sola dan Kota Makassar dan Kendari merupakan vailed proyek terakhir. Sebenarnya ada satu lagi  kota yaitu Denpasar tapi tidak masuk di skema yang kami intropensi dari Depnaker,”jelasnya

Dikatakannya, bukan hanya itu, Kempnaker juga memandang vaileting proyek SDC ini sangatlah menarik. Pasalnya Kepnaker nantinya akan menjadi penerima manfaat terbesar dari pelaksanaan SDC itu.” Maka ditahun 2018 kita menganggarkan untuk pengembangan lokasi baru 14 Provinsi dan kabupaten/ kota kebetulan kota Kendari ini termaksud kota yang terakhir,” Tuturnya seraya berkata usai pembentukan SDC, Pemerintah daerah diharapkan dapat terlibat dalam merespon kegiatan SDC melihat SDC merupakan salah satu sarana yang menaungi pengangguran di wilayah Provinsi Sultra.

Ditempat yang sama Senior Advisor Bappnes Dr.Bambang Wasito Msc menambahkan, Forum SDC merupakan sebuah kegiatan yang dirancang oleh pemerintah pusat dalam hal ini Bappenas, Kemenaker, Kemendikbud dan Kementerian Perindustrian untuk mengobati penyakit yang di hadapi masyarakat yaitu pengangguran dan kemiskinan.

“Di Sultra ini sebanyak 39.000 pengangguran, memang secara nasional presentase Sultra merupakan provinsi kecil sekitar 3,3 Persen, akan tetapi Kemenaker menilai Sultra ini merupakan salah satu vailed proyek untuk menurukan pengangguran. Karena pengangguran yang ideal itu sebenarnya di bawah 2 persen , nah kita masih 3,3 persen, sehingga dengan 3,3 itu kami tekan menjadi dibawah 2 persen dengan konsep SDC  inilah nantinya kita akan tawarkan kepada Pemda dan Pemda juga harus serius, sehingga pemda dan SDC terjalin  kerjasama dalam upaya menaggulangi tinggihnya pengangguran di Sultra itu sendiri,” Tambahnya

Dirinya berharap jika asumsi pengangguran itu kompetensinya rendah, maka seharusnya kompotensinya itu harus dilatih, sehingga SDC ini memberikan tawaran untuk Pemda nantinya agar para pengangguran harus dibekali skill yang memadai agar nantinya mampu untuk bekerja .

“Kapasitas BLKnya kita kan sangat rendah sehingga Pemda harus serius dengan cara  membentuk Forum SDC agar dapat memanfaatkan pelatihan lembaga -lembaga pelatihan yang lain, oleh karena itu langkah yang pertama Pemda harus serius karena mengatasi pengangguran jangan hanya berharap kepada pusat saja, pusat akan mendampingi dengan mendorong Dudi (Dunia Industri) kebutuhannya seperti apa, proses pembentukan SDC  itu membutuhkan waktu 6 bulan lamanya ” tutupnya.


Reporter : Wahyudin

Editor      : Randa

Publizer : Iksan