Aksi 212 Ghiroh Kebangkitan Umat

oleh
Ketgam : Dewi Sartika
Ketgam : Dewi Sartika

Penulis : Dewi Sartika

(Komunitas Peduli Umat)

Meski sudah berlalu beberapa hari namun cerita reuni 212 masih hangat diperbincangkan ada yang bercerita tentang keseruan dan haru biru yang mereka rasakan di acara tersebut, ada pula yang bercerita tentang kekaguman mereka terhadap santun dan damainya umat Islam yang ada di acara tersebut.

Peserta Reuni Akbar mujahid 212 mulai mengikuti rangkaian kegiatan mulai pukul 03.00 WIB dari salat Tahajud bersama, salat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir dan Istighosah kubro hingga waktu dzuhur tiba.

Jumlah peserta reuni 212 datang dari sejumlah elemen masyarakat, lembaga dan ormas Islam seperti Front Pembela Islam (fPI) laskar Pembela Islam (lPI), juga dari berbagai madzhab , golongan, dan masyarakat dari berbagai kalangan umur, mereka datang dari berbagai daerah seperti Bandung,, sulawesi, ciamis, padang, kalimantan, pulau Sumatera, hingga Papua. ada pula yang dari luar negeri, bahkan yang datang di acara tersebut tidak hanya dari kalangan muslim saja tapi juga dari kalangan non muslim.

Dilansir dari Eramuslim.com jumlah peserta Reuni Akbar Mujahid 212 beberapa hari lalu memang sangat mengagetkan beberapa pihak jika ICW. Sempat menyebutkan cuma didatangi 20.000 peserta dan kepolisian cuma ratusan ribu peserta. Maka ada data yang tidak bisa dibantah keakuratannya, data yang didapat oleh Iwan Piliang yang bersumber dari jumlah iMEI telepon genggam peserta reuni 212 yang didapat dari MSC atau pusat operator masing-masing. Dari data tersebut didapat informasi akurat jika jumlah peserta Reuni Akbar Mujahid 212 kemarin adalah sebanyak 13,4 juta jiwa. Masa umat muslim datang dengan membawa atribut bertuliskan kalimat tauhid dan bendera merah putih, terdapat pula bendera tauhid warna-warni menghiasi acara tersebut.

Meskipun dalam kedatangannya pada reuni 212 tersebut para peserta banyak mengalami kendala seperti pencekalan terhadap bus-bus dan kereta api yang sudah mereka pesan, namun karena tekad dan keyakinan karena Allah berbagai kendala dan pencekalan tersebut bisa mereka atasi, meskipun dari mereka ada yang berjalan kaki, namun tak menyurutkan semangat dan tekad mereka untuk datang di acara tersebut. Karena kedatangan mereka bukan hanya sekedar reuni biasa, kedatangan mereka bukan pula karena bayaran seperti banyak isu yang beredar, namun kedatangan mereka karena panggilan iman, keikhlasan, keyakinan, dan panggilan persatuan. Bersatu untuk menegakkan kalimat Allah yaitu kalimat tauhid. Dengan bersatunya Jutaan umat muslim dalam reuni 212 membuktikan bahwa umat Islam memiliki suatu persatuan yang diikat dengan satu ikatan yaitu ikatan aqidah.

Islam yang selama ini diidentikkan dengan agama yang radikal, teroris namun dengan adanya reuni 212 seakan membantah tuduhan tersebut, karena pada acara tersebut para peserta sangat menjaga kebersamaan lingkungan, bahkan dengan orang yang berbeda agama pun mereka saling menjaga dan melindungi.

Dengan ikatan aqidah inilah seharusnya umat bersatu persatuan yang tidak memandang, suku, ras bahasa suku bangsa, dan agama. Persatuan dibawah panji tauhid adalah persatuan yang nyata bukan hanya sekedar utopis, terbukti Islam pernah berjaya dan menguasai hingga 2/3 dunia selama 13 abad menerapkan hukum Islam. Kini umat dapat bersatu kembali jika mereka disatukan dengan ikatan akidah. ikatan yang membawa perubahan hakiki (sebenarnya) dengan mencampakan sistem kapitalis sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, dan terbukti menyengsarakan umat, saatnya umat menuju perubahan yang hakiki yaitu dengan menerapkan hukum-hukum Allah dalam setiap sendi kehidupan dengan  bingkai khilafah. wallahu a’alam bisshawab. (***)


Editor     : Armin

Publizer : Iksan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart