RI 4.0 Merusak Lifestyle Generasi ?

oleh
Ketgam : Penulis: Nur Syamsiyah
Ketgam : Penulis: Nur Syamsiyah
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penulis: Nur Syamsiyah

(Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)

Kemajuan teknologi di zaman millenial dengan perkembangan revolusi industri yang ke- 4 ini menuai pro kontra. Dimana pergaulan semakin bebas dengan berbagai macam tontonan yang menjerumuskan pada perzinahan.

Sebagaimana yang dilansir oleh Hidayatullah.com (31/01/2018), tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan. Hal ini ditandai dengan makin tingginya angka pembuangan bayi di jalanan sepanjang Januari 2018. Ada 54 bayi dibuang di jalanan pada Januari 2018. Pelaku umumnya wanita berusia 15 hingga 21 tahun.

Ketua Presidium IPW (Ind Police Watch) Neta S Pane menyampaikan bahwa angka ini mengalami kenaikan dua kali lipat (100 persen lebih) jika dibandingkan dalam periode yang sama pada Januari 2017, yang ada 26 kasus pembuangan bayi.

Pada tahun 2017, angka pembuangan bayi di Indonesia tergolong tinggi dalam sejarah, yakni ada 178 bayi yang dibuang di jalanan, diantaranya 79 tewas, 10 masih bentuk janin dan 89 berhasil diselamatkan.

Beberapa waktu lalu, juga dikabarkan kasus pemerkosaan yang menimpa seorang gadis Jambi oleh kakak kandungnya, hingga menjadi perhatian pemerintah pusat dan menyedot perhatian internasional.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Muara Bulian, Batanghari, Jambi menjatuhkan vonis 6 bulan penjara kepada si gadis karena aborsi yang dia lakukan. Ia juga ditangkap oleh Polres Batanghari setelah warga menemukan mayat bayi perempuan di kebun sawit pada Rabu (30/5/2018).

Polisi juga menangkap si pria yang merupakan pelaku pemerkosa yang disertai dengan kekerasan seksual terhadap adik kandungnya. Ia memaksa adiknya untuk melayani nafsu bejatnya. Ia pun mengaku jika dirinya terpengaruh oleh video porno yang sering ia tonton.

Menjadi sebuah kemungkinan besar, jika tahun 2019 nanti tren pembuangan bayi, pelaku aborsi, pemerkosaan, dan jenis kekerasan seksual lainnya jauh lebih tinggi lagi.

Belum lama ini, perkembangan teknologi makin menunjukkan “kecanggihannya”.Revolusi Industri Keempat membuat para pecinta robot semakin berkarya. RI 4.0 mungkin memang memiliki potensi untuk “meng-robotisasi”manusia.Tetapi tetap tidak akan bisa mengganti bagian-bagian terbaik dari sifat manusia –intuisi, kreativitas, dan  empati–.

Dahulu, robot masih digunakan sebagai alat untuk membantu pekerjaan rumah tangga (menyapu, mencuci piring, menghidangkan makanan, dan lain-lain). Namun sekarang, fungsi robot tidak cukup demikian. Robot semakin dibentuk sedemikian rupa hingga dia menyerupai manusia sesungguhnya –bisa mengedipkan mata dan juga tersenyum–.

Sampai pada perkembangan robot seks, yang biasa dikenal untuk memberikan pelayanan kepada pemiliknya dalam hal berhubungan intim. Bahkan, robot seks masa depan diklaim bisa jalan dan punya anak (Kompas.com, Oktober 2017).

Seharusnya, perkembangan teknologi ini mampu memberi konstruksi pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang mampu mewujudkan peradaban gemilang. Dengan apakah peradaban itu bisa diwujudkan? Tidak lain adalah dengan ideologi Islam, yang menjadikannya sebagai qiyadah fikriyah (kepemimpinan berfikir) dalam memecahkan problematikan umat.

Islam mengajarkan bahwa segala aktivitas yang dilakukan adalah untuk beribadah kepada Allah, membuat sarana dalam mewujudkan kemaslahatan umat, dan meraih kebahagiaan dengan mendapat ridha Allah swt.

Menurut Prof. Dr.-Ing. H. Fahmi Amhar, peradaban Islam memiliki sesuatu yang unik, yaitu membawa nilai-nilai yang dituju oleh manusia (nilai material, nilai emosional, nilai sosial dan nilai spiritual) secara simultan, diajak maju dengan bermartabat, yang berketuhanan Maha Esa.

“Kita sebagai muslim, terutama rekan mahasiswa sebagai generasi muda harus berusaha untuk menguasai supaya bisa mengendalikan arah  revolusi industri ini, kalau tidak demikian maka kita akan menjadi korban”, ujarnya.

“Umat Islam kalau tidak menguasai teknologi, dia pasti akan terjajah. Sementara, teknologi termasuk revolusi industri keempat kalau tidak dikendalikan umat Islam maka ia akan menjajah. Hanya teknologi termasuk revolusi industri keempat yang dilandasi dengan semangat Islam, dikendalikan oleh orang–orang Islam itu akan membebaskan manusia dari penjajahan.” (***)


Editor : Randa