Khilafah Islamiyah, Solusi Tuntas Untuk Uighur

oleh
Ketgam : Oleh: Sitti Sarni, S.P
Ketgam : Oleh: Sitti Sarni, S.P
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penulis : Sitti Sarni, S.P

 (Founder Komunitas Pejuang Islam)

Pemerintah Indonesia dinilai memiliki posisi yang kuat untuk mendorong pemerintah Cina membuka informasi atas apa yang menimpa etnis Uighur di provinsi Xinjiang. Dalam laporan Amnesty Internasional, sekitar satu juta penduduk Uighur mengalami penyiksaan dan tidak diketahui nasibnya ketika dimasukkan ke “kamp pendidikan ulang”. Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Agung Nurwijoyo, mengatakan Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, anggota Dewan Keamanan PBB, dan juga memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Cina, bisa memanfaatkan hal itu agar menjembatani persoalan yang dialami komunitas tersebut. “Indonesia punya peranan yang signifikan, karena Indonesia punya hubungan baik dengan Cina. Nah ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk berkomunikasi dengan Cina untuk membuka akses informasi terhadap orang Uighur dan itu akan menghapus kecurigaan global atas kasus Uighur,” jelas Agung Nurwijoyo kepada wartawan dalam diskusi di Jakarta, Kamis (20/12).

IndonesiaBungkam

Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim marah ketika melihat saudara-saudara muslim uighur di siksa, akan tetapi pemimpin negeri ini ogah memberikan protes terhadap saudara-saudara muslim di uighur.Di mana posisi Indonesia sebagai negeri muslim?  Apakah diam saja atau bagaimana ?Kita bisa melihat kedekatan orang nomor 1 di negeri ini dengan China.Kepada siapakah mereka akan berharap?  Apakah PBB?Telah terbukti bahwa solusi yang diberikan oleh PBB hanyalah sebuah ilusi.

Mengapa resolusi PBB tidak bisa diharapkan? Mari kita belajar dari sejarah bagaimana PBB mensolusi masalah konflik Palestina dan Israel. Keluarnya resolusi PBB ditentukan oleh sikap negara pemilik hak Veto terutama AS. Selama ini banyak resolusi terhadap Israel yang kandas karena diveto AS termasuk resolusi terhadap Israel atas invasi ke Gaza yang menewaskan lebih dari 1300 orang termasuk banyak diantaranya wanita, anak-anak dan orang tua.

Tercatat sejak tahun 1972 sampai tahun 2009, sudah lebih dari 68 resolusi PBB yang berhubungan dengan eksistensi israel di Palestina diveto Amerika. Ini belum termasuk resolusi setelah tahun tersebut plus resolusi terakhir saat israel melancarkan agresinya di gaza.

Artinya, sebuah aktivitas yang sia-sia ketika berharap kepada PBB, termasuk di dalamnya keinginan untuk menjadi anggota PBB. Jika masalah Palestina saja PBB tak mampu mengatasinya, maka sudah dipastikan masalah uighur pun tak bisa diselesaikan.

Khilafah Solusinya

Solusi hakiki untuk masalah Uighur haruslah bersandar pada syariah. MasalahUighur adalah masalah Islam dan seluruh kaum Muslim. Penyelesaian tuntas masalah Uighur  tidak lain adalah dengan mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariah Islam. Itulah Khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian. Khilafahlah, sebagai satu-satunya pelindung umat yang hakiki, yang akan melancarkan jihad terhadap siapa saja yang memusuhi Islam dan kaum Muslim. Tentu dengan kekuatan jihad pula Khilafah akan sanggup mengusir para penjajah dan musuh-musuh Islam.Dengan membaca QS al-Isra’ [17]: 4-8, kita bisa memahami bahwa Yahudi hanya dapat dikalahkan dengan “hamba-hamba Allah yang memiliki kekuatan besar”. Kekuatan besar itulah Khilafah. Dengan Khilafahlah  para penjajah pasti bisa dikalahkan.

Jadi benarlah solusi tuntas hanya Khilafah Islamiyahlah yang dapat menyelesaikan masalah Uighur  ini dan juga masalah kaum Muslim lainnya sampai ke akar-akarnya. Oleh karena itu, wahai kaum Muslim, kita harus berupaya menyelesaikan masalah Yaman ini sampai ke akar-akarnya. Untuk itu, Allah mewajibkan kita untuk menegakkan Khilafah Islamiyah. Upaya kita menegakkan Khilafah Islamiyah adalah upaya kita menyelesaikan seluruh masalah kaum Muslim sejak dari akarnya sekaligus sebagai jawaban kita atas seruan Allah dan Rasulnya. Maukah kita menjadi bagian orang-orang yang menjawab dan menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya?

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian pada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian (QS al-Anfâl [8]: 24).

Sungguh saat ini kita butuh khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Khalifah lah yang akan menjadi perisai umat. Yang akan melindungi umat dari kepungan musuh yang haus darah. Umat tanpa Khilafah akan seperti anak anak ayam yang terlepas dari induknya. Terpecah-pecah. Kocar-kacir dan tak memiliki kekuatan. Maka saatnya umat islam di seluruh dunia bersatu dalam naungan khilafah. Bersatu melawan si penjajah dan penjarah wilayah. Wallahu A’lam Bish-Shawwab. (***)


Editor    : Randa

Publizer : Iksan