Media Sekuler Perusak Generasi

oleh
Ketgam : Anggita Safitri
Ketgam : Anggita Safitri

Penulis : Anggita Safitri

(Mahasiswi UHO)

 Di era zaman modern kini informasi dapat diperoleh dengan mudahnya, bahkan hanya mengandalkan jari jemari informasi bisa tersebar luas. Handphone menjadi suatu kebutuhan yang tidak terpisahkan, bahkan fitnah dapat menyebar dengan cepat hanya dalam hitungan detik. Era dimana teknologi begitu maju seperti sekarang menjadikan setiap orang bebas untuk menyebarkan konten-konten yang dapat merusak pemikiran para kawula muda sebagai generasi penerus bangsa.

Konten dalam media sosial bahkan banyak yang dapat menghipnotis pikiran orang yang menontonnya, contohnya saja segala sesuatu yang berhubungan dengan korea (kpopers). Virus Korea dengan mudahnya menyebar keseluruh penjuru dunia, memberikan tontonan bagi para generasi yang hanya memuaskan nafsu belaka. Bahkan boyband dan girlband menjadi idola baru bagi generasi milenial di era digital. Pakaian yang digunakan para anggota boyband dan girlband tersebut b sangat pas-pasan, menampilkan lekuk tubuh serta gerakan-gerakan yang bisa dibilang provokatif. Gerakan tarian mereka pun banyak diikuti oleh para anak muda dan menjadi sangat trend.

Sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu, yakni kasus iklan shopee yang menjadikan salah satu girlband korea (Blackpink) menjadi modelnya dan ditampilkan di beberapa stasiun televisi Nasional. Bahkan iklan itu juga tampil dibeberapa menit film Tayo, Jum’at (7/12), meski filmnya diperuntukkan untuk anak-anak. Parahnya  adegan iklan dipenuhi dengan model berpakaian minim dan gerakan yang dapat membuat anak-anak menjadi ikut-ikutan.

Dari salah satu contoh yang sedang viral tersebut, dapat kita lihat bahwa iklan-iklan di rezim sekuler ini tidak layak untuk ditonton oleh para generasi muda, karena mengabaikan nilai moral dan syari’ah. Iklan semacam ini bahkan merusak pemikiran anak-anak dan sangat merugikan. Beginilah sistem saat ini, demi meraih keuntungan (materi), kapitalisme rela merusak generasi.

Dalam Islam media yang disebarkan harus yang memiliki nilai luhur dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta menjaga life style sesuai syariah, demi menjaga kawula muda. Karena Islam memandang jika mereka adalah generasi penerus peradaban. Oleh karena itu syariat Islam sangat tegas mengatur segala sesuatu, termasuk media,  bukan untuk mengekang tapi untuk menjaga agar tetap dalam koridor syariah.

Oleh karena itu kita harus kembali kepada nilai Islam yang mendidik dengan cara menerapkan sistem yang berasal dari pencipta manusia. Sederhananya begini, hanya pencipta yang tahu bagaimana ciptaannya harus berjalan, hanya Allah (Pencipta) yang tahu bagaimana manusia (Makhluk) harus menjalankan kehidupannya. Aturan Allah sudah tertata rapi dalam Al-qur’an dan sunnah dan akan sempurna apabila diterapkan. Maka apabila diterapkan secara kaffah (menyeluruh) Islam akan menjadi rahmatan lil alamin (Islam rahmat bagi seluruh alam), dan akan menjadikan generasinya sebagai sosok dengan kepribadian terbaik. Wallahua’lam. (***)


Editor : Randa

Publizer : Iksan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart