,

Soal Dana Desa, Kades Kokapi Ancam Parangi Warganya

oleh
Ketgam : Kades Kokapi Yusup Nusu dan terdapat sebilah parang disamping kiri
Ketgam : Kades Kokapi Yusup Nusu dan terdapat sebilah parang disamping kiri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Yusup Nusu, Kepala Desa Kokapi, Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengancam akan memisahkan leher warga atau aparatnya yang mengadukannya soal pengelolaan Dana Desa di daerahnya itu.

“Kalau perlu itu masyarakat yang melapor tolong ambil, bawah dihadapan saya kalau ada macam -macam saya kasih berpisah batang lehernya dan tubuhnya, itu saja saya tidak mau diombang ambing seperti ini,” ujar Yusup Nusu dengan nada tinggi, saat di konfirmasi terkait keluhan warganya soal pengalokasian Dana Desa (DD) yang diduga tidak sesuai dengan hasil Musyawara Desa (Musdes).

Bukan hanya itu ia juga akan memecat aparatnya jika aparatnya lah yang mengadukan pengelolaan dada desa di daerahnya itu.  “Saya ingin gali siapa sebenarnya yang menyampaikan informasi ini, saya ingin tau kalau ternyata saya punya aparat tolong sampaikan dan siapa namanya dan itu aparat saya kasih keluar saja,” ungkapnya seraya mengajak wartawan untuk mencari orang yang sudah mengadukannya itu. “ Begini saja ko tau itu rumahnya itu orang, saya ambil saya punya parang dulu kita sama – sama pergi cari, saya kasih berpisah batang lehernya dan tubuhnya,” ajaknya pada wartawan tersebut dengan intonasi tinggi.

Tidak sampai disitu, Yusup Nusu pun megaku tidak takut masuk penjara asal sudah menebas kepala warga atau aparatnya yang mengadukannya pada wartawan “Tolong bawakan pie kasian saya itu orangnya yang sudah sampaikan informasi itu saya tebas lehernya saya tidak main -main hae ini , masih ada parangku disini, inilah saya minta siapa orangnya yang melapor saya saya tidak takut masuk penjara kalau sudah seperti ini, terus terang saja,” pungkasnya.

Sebelumnya warga desa setempat mengadukan Yusup Nusu, soal tidak sesuainya hasil Musdes dengan kegiatan yang diturunkan.

Kata warga yang ingin disembuniykan identitasnya bahwa pengadaan KWH pada tahap kedua Dana Desa itu tidak diusulkan oleh warga, namun belakangan kepala desa mengakali lalu mengalikan anggaran pengadaan sapi ke pengadaan KWH tersebut.

“Hasil rapat bersama saat itu tidak ada KWH tetapi belakagan ini malah kepala desa mengalihkan anggaran itu ke KWH prabayar,” ungkapnya saat mengadukan kepala desanya itu.

Kata pria paruh baya ini, sebelumnya yang mereka ajukan yaitu pengadaan sapi ternak yang akan diberikan kepada 12 kepala keluarga di tiga dusun yang anggaranya dalam satu KK yaitu sebanyak Rp5 juta, namun dengan adanya kebijakan kepala desa akan pengadaan KWH justru mereka di bingungkan.  “Karena itu tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu akan dialihkan dari pengadaan sapi ke pengadaan KWH,’’ tuturnya.

lanjut dia, mereka pun sudah pernah menemui kepala desa, mempertanyakan soal pengadaan sapi. justru kepala desa tersebut membentak mereka dengan berdalih bahwa bukan mereka yang atur kepala desa, tapi kepala desa lah yang mengatur mereka.

“Saat kami tanyakan kepada pak desa malah dia bilang bahwa itu semua dia yang atur. Masyarakat tidak berhak mengikut campuri itu,  Untuk tahap ketiga ini kami pun juga tidak tau pada tahap ke tiga ini dialokasikan dimana,” ujarnya.


Reporter  : Afdal

Editor      : Randa

Publizer  : Iksan