, ,

Bupati Konsel Terima Surat Kaleng dari KPK

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
KALOSARA NEWS : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  melayangkan surat pemanggilan Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga.  Dalam surat itu,  orang nomor satu di Konsel ini diminta untuk mengklarifikasi adanya dugaan korupsi pada pembangunan auditorium dan pembangunan perluasan kantor bupati Konsel.
Ketgam : Kuasa Hukum Surunuddin, Andre bersama Kabag Humas Konsel, Hermawan saat melakukan Konprensi Pers. 
Ketgam : Kuasa Hukum Surunuddin, Andre bersama Kabag Humas Konsel, Hermawan saat melakukan Konprensi Pers. 
Menanggapi hal itu,   Kabag Humas Setda Konsel Hermawan bersama kuasa hukum Bupati Konawe Selatan, Andri menggelar Konfrensi persnya di salah satu kedai kopi Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Selasa, (8/1/2019).
Dalam keterangannya Hermawan menyebutkan, bupati konsel telah melakukan klarifikasi pada KPK soal surat itu.
“Setelah Bupati Konawe Selatan menerima Surat pemanggilan dirinya, Bupati Konsel langsung terbang ke Jakarta untuk kooperatif memenuhi panggilan KPK itu. Pas di KPK surat langsung di Kroscek ternyata itu palsu dan pemanggilan itu tidak ada,” terangnya.
Menambahkan hal itu,  Kuasa Hukum Bupati Konawe Selatan Andre Dermawan menerangkan, bahwa terkait surat pemanggilan kliennya itu sudah lama, hanya sengaja di tahan dulu karena pihaknya tidak mau berpolemik.
Tetapi kata Andre, melihat perkembangan ini dan beritanya juga terus di share di salah satu media online di Sultra bahwa Bupati sudah di periksa di KPK bahkan ada yang demo sehingga pihaknya harus klarifikasi kebenaran resmi terkait surat panggilan KPK ini.
“Kronologisnya sekitar tanggal 26 Desember 2018 Bupati datang di bawakan surat panggilan KPK sebagai warga negara yang baik atas panggilan KPK tentunya harus kita hadiri,” ungkap Andre.
Setelah itu Kata Andre, dirinya bersama Bupati sama sama ke KPK pada tanggal 27 Desember. Setibanya di sana (di kpk-red)  langsung memeriksa  dokumen dan memang ada ke anehan di surat itu.
“Untuk memastikan surat tersebut hari Jumat pagi tanggal 28 saya ke KPK untuk mempertanyakan surat ini ke bagian pengaduan dan setelah mengecek ternyata surat ini bukan dari KPK dan tidak perna di keluarkan KPK dan pihak KPK nyatakan surat tersebut palsu,” jelasnya.
Tambah Andre, ternyata pada tanggal 28 siang sampai sore pihaknya sudah mendapatkan informasi jika surat itj sudah beredar di group WhatsAAp terkait surat panggilan ini.
“Kita sudah berusaha mencari siapa sebenarnya yang menyebarkan ini. Bahkan wartawan mulai tanyakan dan kami tidak mau tanggapi dulu. Sejatinya kalau panggilan ini di tujukan pada kami surat ini tidak akan bocor dan sifatnya rahasia,” tambahnya.
Anehnya, tambah Andre disalah satu group WatshAAp surat panggilan ini fotonya tidak utuh. “Ada orang yang mengirim surat mengatasnamakan KPK kemudian resinya ini di kasih sama orang untuk mengecek apakah surat ini sudah sampai dan statusnya sampai. Berdasarkan nomor resi tersebut kami mengecek di situs Pos karena mereka mengirim lewat pos. Akhirnya kami temukan surat ini pertama kali dikirim di Jakarta Selatan tanggal 19 di Kantor Pos Duren 3 kemudian sampai ke Bupati tanggal 26 Desember,” paparnya.
Atas Dasar pertimbangan itulah lanjut Andre, Bupati memberikan kuasa pada dirinya untuk melapor pada Kepolisian.
Tanggal 2 Januari 2019 sudah ada SP2HPnya, dan sekarang kasus tersebut sudah mulai di sidik pihak kepolisian.
“Kita melaporkan masaalah undang undang ITE karena surat panggilan ini beredar di group group WatshAAp. Sekarang sudah mulai berproses sudah mulai pemanggilan saksi saksi di Polda, sudah ada tiga yang di periksa,”tandasnya.
Andre, berharap pihak kepolisian agar segera menemukan pelaku pembuat surat palsu ini. Tentunya kata Andre ini adalah salah satu cara untuk merusak reputasi Bupati Konsel.
“Kita melaporkan pelaku di jerat undang ITE dan juga kalau di dapatkan orang tersebut bisa di jerat undang undang pemalsuan surat, siapa pun dia kita inginkan harus ada proses hukum,”tutup Andre Dermawan Ketua Himpunan Advokasi Muda Indonesia, Sulawesi Tenggara (Sultra).


Reporter : Rj
Editor      : Randa
Publizer : Iksan