, ,

Dikunjungi Kajati Sultra, Bupati Konsel Paparkan Percepatan Pembangunan Perdesaannya

oleh
Ketgam : Kajati Sultra Mudim Aristo SH.,MH, saat tiba di Rujab Konsel dan disambut langsung oleh Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga
Ketgam : Kajati Sultra Mudim Aristo SH.,MH, saat tiba di Rujab Konsel dan disambut langsung oleh Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
KALOSARA NEWS : Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mudim Aristo Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Dalam lawatannya itu ia diterima langsung oleh Bupati Konsel Surunuddin Dangga bersama Wakil Bupati Dr. Arsalim Arifin, Ketua DPRD Irham Kalenggo, Kajari Konsel Agus Suroto, Wakil Ketua DPRD Nadira, Sekretaris Daerah (Sekda) Sjarif Sajang, Ketua DWP Hj. Ariyati Sjarif dan unsur Forkopimda serta para anggota Legislatif dan Pimpinan OPD, Camat, Lurah serta Kepala Desa se-Konsel.
Ketgam : Kajati Sultra Mudim Aristo SH.,MH, saat tiba di Rujab Konsel dan disambut langsung oleh Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga
Ketgam : Kajati Sultra Mudim Aristo SH.,MH, saat tiba di Rujab Konsel dan disambut langsung oleh Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga
Pada kesempatan tersebut, Surunuddin Dangga mengapresiasi serta bangga atas kunker Kajati ditempatnya itu, ia berharap sinergitas antar lembaga pemerintah, dapat terus terjalin dengan baik dan berkesinambungan.
Dalam paparannya, ia penyampaikan keberadaan Pemda saat ini yang berupaya melaksanakan percepatan pembangunan perdesaan yakni melakukan kerjasama/MoU dengan berbagai pihak secara terencana, diantaranya kepada Perbankan, Perindo, BPJS Ketenagakerjaan, BKSDA, BPPT Kemneristek, pihak Universitas. Serta pengolaan dana CSR, terhadap perusahan yang beroperasi di wilayah Konsel.
“Dengan strategi pembangunan menetapkan 7 kawasan, yakni kawasan pusat pengembangan bibit sapi bali, industri, pangan Lalembuu dan Basala, perikanan terpadu teluk Kolono, pertanian organik Wolasi, KPPN Tinanggea, serta menetapkan 51 Desa sebagai kawasan pusat pertumbuhan,” urainya.
Surunuddin juga menambahkan, bahwa alokasi anggaran untuk Dana Desa wilayah Konsel Tahun 2016 berjumlah 198 Milyar, Tahun 2017 senilai 252 Milyar dan Tahun 2018 mengalami kenaikan sebanyak 298 Milyar, dengan jumlah penduduk miskin pada Tahun 2015 sebanyak 13,67%, 2016 11,26%, di Tahun 2017 turun 10,14%, dengan target di Tahun 2019 ini turun hingga di bawah 10%. Dengan Visi menuju Konsel Sejahtera, Unggul dan Amanah Berbasis Perdesaan Tahun 2021.
“Selain itu, kami berupaya memberantas korupsi yang bekerjasama dengan pihak Kajari Konsel terkait masalah DATUN, melakukan sosialisasi dan koordinasi tentang program TP4D dan peran aktif aparat pengawas intern pemerintah, serta kepada pihak BPK Prov Sultra. Olehnya itu, untuk mendukung pembangunan Konsel yang lebih baik dan aman dari kasus hukum kedepan, kami berharap kiranya Kajati dapat memberikan arahan dan strategi terkait pencegahan Tipikor termasuk tindak pidana lainnya,” harapnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Kajati Sultra Mudim Aristo, turut menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi terhadap prestasi yang telah diraih Pemda pada semua asfek, dan berharap pembangunan yang begitu pesat bisa berjalan lebih baik kedepannya, khususnya terhadap kucuran Dana Desa yang tentunya itu harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sesuai rencana kerja yang dibuat demi kemajuan Desanya.
“Yang secara keseluruhan, Kejaksaan turut serta mengawal pembangunan yang ada di Konsel, olehnya saya minta Kajari bersama jajaraannya harus membantu dan betul-betul mensupport mensukseskan program tersebut,” tegasnya.
Kajati juga menghimbau kepada pihak yang mengelola anggaran, agar selalu bersinergi dengan pihak TP4D, serta tidak takut selama merasa benar dalam menjalankan proses pembangunan demi kesejahteraan masyarakat, khususnya terkait intimidasi pelaporan pihak lain yang mana jajarannya tidak serta merta memvonis bersalah. Tetapi terlebih dahulu berkoordinasi dan melakukan penyelidikan kebenaran informasi yang beredar, dengan membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada.
“Kami Kajati akan terus mendukung setiap kegiatan yang sedang berjalan, dengan menyaring dan tidak langsung menindaki setiap laporan yang masuk apalagi saat ini kebebasan informasi yang mudah di akses, kadang beritanya hoax dan tidak bisa dipertanggung jawabkan,”  tutupnya.


Reportet : RJ 
Editor : Randa
Publizer : iksan