Seharusnya, Capres dan Cawapres Dapat Tantangan Menerapkan Isi Al-Qur’an, Tidak Sekedar Lomba Membacanya!

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Oleh : Novida Balqis Fitria Alfiani

Adaada saja tingkah menggelitik masyarakat hari ini. Menjelang pemilu adapihak yang ingin mengadakan tes baca Al-Qur’an bagi Capres-Cawapres 2019 mendatang. Seperti yang dilansir dari tribunnews.com (30/12/2018), ikatan Dai Aceh mengundang 2 calon Capres-Cawapres RI untuk uji kemampuan baca Al-Qur’an. Salah satu alasannya adalah kedua kandidat Capres-Cawapres beragama Islam. Sehingga penting bagi umat Islam untuk mengetahui kualitas calon presidennya.

“Tes baca Al-Qur’an bagi seorang calon pemimpin yang beragama Islam sangatlah wajar dan sangat demokratis. Justru publik makin tahu kualitas calonnya,” ujar Ridlwan Habib peneliti radikalisme dan gerakan Islam di Jakarta. (tribunnews.com, 30/12/2018).

Dari pernyataan Ridlwan Habib tentunya kita akan bertanya-tanya. Apa kaitan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan kualitas calon presiden? Apakah kemampuan membaca Al-Qur’an akan mempengaruhi kualitas para calon Capres dan Cawapres dalam memimpin negeri ini? Terdengar aneh.

Jika kemampuan membaca Al-Qur’an akan menjadi jaminan kualitas  para calon ketika memimpin akan menjadi baik, lantas apakah jujur, adil, berwibawa, tepat dalam membuat kebijakan untuk rakyat berasal hanya dari bacaan Al-Qur’an yang bagus dan baik? Tentu bukan.

Karena sebagai muslim, sudahseharusnya kita mampu membaca Al-Qur’an. Akan tetapi tidak semua orang yang membaca Al-Qur’an secara otomatis menjadi adil, jujur, wibawa, dan mampu menerapkan isi Al-Qur’an. Walaupun kita juga harus membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi kita juga wajib menerapkan isi Al-Qur’an secara keseluruhan. Sebagaimana firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Dari ayat diatas, jelas sudah bahwa kita wajib mengerjakan syari’at Islam secara keseluruhan. Dan dilarang untuk pilih-pilih syari’at Islam. Karena syari’at Islam bukanlah sajian prasmanan yang bisa dipilih-pilih sesuka hati kita. Konsekuensinya, jika tidak melaksanakan syariat Islam, Allah akan menurunkan musibah pada kita dan negeri ini. Sebagaimana firman Allah SWT :

وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَا أَنزَلَ اللّهُ إِلَيْكَ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيراً مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ (49) أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّهِ حُكْماً لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ (50)

“(49) Dan hendaklah kamu berhukum dengan apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayaimu atas sebagian yang Allah turunkan kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang Allah turunkan) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka karena dosa-dosa mereka. Dan sungguh kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

(50) Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan siapakah yang lebih baik dari Allah (dalam menetapkan hukum) bagi orang-orang yang yakin.” (QS. Al-Maidah: 49-50)

Sudah jelas berdasarkan ayat diatas, bahwa hanya hukum yang berasal dari Allah yang harus kita terapkan. Bukanlah hukum yang berasal dari selain Allah SWT. Seperti sistem demokrasi yang diterapkan di negeri ini bukanlah hukum yang berasal dari Allah SWT.  Hukum syari’at dari Allah meliputi segala bidang dan aspek dalam kehidupan.

Tidak hanya ibadah ritual saja seperti sholat, puasa, zakatdan haji. Akan tetapi juga mencakup seluruh bidang seperti ekonomi, pendidikan, sosial, hukum, dan lain sebagainya.

Maka dalam pemilihan kandidat capres cawapres nanti, seharusnya merekamendapat tantangan untuk menerapkan isi Al-Qur’an, bukan sekedarlomba membacanya!

Terakhir. Marikita dorong para penguasa agar mau menerapkan sistem Islam di negeri ini, dan mencampakkan sistem demokrasi yang bukan berasal dari Allah. Dengan menerapkan sistem Islam, in syaa Allah kedepannya negeri ini akan mendapatkan berkah dan RahmatNya yang begitu luar biasa. Aamiin

Wallahu A’lam


Editor : Armin

Publizer : Iksan