,

Soal Bagi-Bagi Uang Rp 550 Juta di Komisi II DPRD Konawe, Ini Tanggapan Ginal Sambari  

oleh
Ketgam : Ginal Sambari
Ketgam : Ginal Sambari
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Salah seorang anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Angkat bicara adanya dugaan bagi-bagi uang  terimakasih dari Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) sebanyak Rp 550 Juta untuk komisi II DPRD Konawe yang kini sementara proses sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) Kota Kendari.

Ginal Sambari menyebutkan, dirinya tidak mengetahui ada uang terimakasih yang diberikan oleh DKP Konawe untuk komisi II DPRD Konawe.

BERITA TERKAIT : 

  1. Fakta Persidangan, Husnia Benarkan Ada Rp 550 Juta Mengalir ke DPRD Konawe
  2. Terlibat Korupsi, Tiga Pejabat Konawe Mendekam di Hotel Prodeo
  3. Korupsi Pengadaan Bibit Ikan Diduga Libatkan Husnia Nuhung Makati Anggota DPRD Konawe
  4. Ingat ! Pengadaan Kapal dan Dana UP, Sebelum 2018 Kejari Konawe Akan Tuntaskan
  5. Penanganan Dugaan Korupsi, Dana UP dan Pengadaan Bibit Konawe Mandek

“Waktu tahun 2015 saya memang anggota Komisi II di DPRD Konawe, bahkan sampai sekarang juga masih sebagai anggota Komisi II, namun terkait adanya dana yang di bagi-bagi sebanyak Rp 550 juta untuk anggota komisi II waktu itu, alhamdulila saya tidak mengetahui atau pun mendapatkan uang tersebut,” ungkapnya di kantor DPRD Konawe Senin, (14/1/2019) saat di konfirmasi.

Kata Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Konawe ini, Kalau pun memang ada yang menyebutnya menerima uang tersebut, karena kala itu (2015-Red) ia juga merupakan anggota Komisi II DPRD Konawe, harus di buktikan berupa kwitansi atau saksi yang melihatnya ia diberikan uang  haram tersebut.

“Kalau ada yang sebut saya, karena saya waktu itu anggota Komisi II, harus ada bukti kwitansi atau saksi yang melihat bahwa saya kebagian uang panas itu,” katanya.

Ginal meminta agar publik untuk tidak menggeneralisasi bahwa semua yang berada di Komisi  II waktu itu ikut terlibat merasakan uang panas dari DKP  Konawe. “ Tidak semua yang ada di Komisi II itu dapat uang dari DKP Konawe, buktinya saya sama sekali tidak dapat, kalau ada yang mengatakan saya ikut, maka harus di buktikan kapan saya ambil, dimana saya ambil.”  Tegasnya.

Ie berjanji siap memberikan kesaksian soal adanya dugaan bagi bagi uang terimakasih di Komisi II DPRD Konawe di tahun 2015 silam. “ Saya siap menjadi saksi jika diperlukan,” tutupnya.

Untuk di ketahui, dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dan saksi ahli pada tanggal 7 Januari 2019 di pengadilan Tipikor Kota Kendari. Husnia Nuhung Makati yang waktu itu merupakan ketua Komisi II di DPRD Konawe menyebutkan adanya anggota Komisi II DPRD Konawe yang menerima sejumlah Rp 20 juta per anggota dari uang terimakasih dari DKP Konawe sebanyak Rp 550 juta itu.

Sementara itu, Konposisi anggota Komisi II DPRD Konawe waktu  itu yakni, Husnia Nuhung Makati, Beni Setiady Burhan, Fakhrudin, Karim Dama, Mustakin, Ngadiman, Deni Zainal Ahuddin, Ginal Sambari dan Murni Tombili.


Editor : Randa

Publizer : Iksan