Gara-gara Gadget, Minat Baca Masyarakat Konawe Menurun

oleh
Ketgam : Pengujung Perpustakaan Konawe
Ketgam : Pengujung Perpustakaan Konawe
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS :  Seiring pesatnya kemajuan teknologi saat ini, membuat sebagian besar masyarakat Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) lebih memilih membaca menggunakan gadget ketimbang membaca buku.  Hal itu disampaikan Kepala Bidang Layanan Pengolahan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan  Mustari saat ditemui Rabu, (16/1/2019) di ruang kerjanya.

Mustari  menuturkan, untuk minat baca masyarakat Konawe bila dibandingan dengan tahun 2017 dan 2018 sangat menurun sekali, ini dikarenakan diakibatkan  berkembang pesatnya teknologi seperti saat ini.

“Sekarang kan sudah banya yang menggunakan HP apa-apa saja bisa di share lewat internet, nah inilah yang membuat masyarakat kita kurang minatnya membaca buku,”  tuturnya.

Sebelumnya kata Mustari, di tahun 2017 itu minat baca buku masyarakat Konawe mencapi 26.655 orang dari tingkat SD,SMP,SMS,Masiswa, Dosen dan Masyarakat umum, namun sepanjang tahun 2018 sejumlah 19.703 orang saja. Dikatakannya, untuk meningkatkan minat baca Perpus Konawe melakukan kerjasama terhadap lembaga pendidikan yang ada di Kota Unaaha.

“Hampir semua sekolah-sekolah yang ada di Kota Unaaha kami surati untuk datang ke perpustakan membaca buku, alhamdulila saat ada beberapa sekolah dasar yang memiliki jadwal membaca di perpustakaan, ”  kata Mustari.

Ketgam : Kepala Bidang Layanan Pengolahan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan  Mustari
Ketgam : Kepala Bidang Layanan Pengolahan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan  Mustari

Mustari menjelaskan, beberapa sekolah yang sering berkunjung ke perpus yakni SD Islam Al Bayyan, Kelurahan Wawonggole, Kecamatan Anggaberi, SD Unaasi, dan juga TK, sementara untuk SD yang tidak dapat dijangkau pihaknya melakukan kunjungan atau yang disebut dengan Perpustakaan Keliling.

“Yang sering berkunjung itu beberapa SD maupun TK, mereka sering datang ke perpustakan melakukan kegiatan baca buku setiap bulan sekali, dan ini ada jadwal yang kami siapkan,” jelas Mustari.

Menurut Mustari, belum lama ini Perpus berkunjung ke salah satu wilayah terisolir yakni di Asinua Utama guna berkunjung karena mengingat di wilayah tersebut banyak siswa SD yang suka baca buku, apalagi yang di bawa saat kunjungan rata rata buku kurikulum SD.

Olehnya itu, kedepannya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan membuat website khusus Perpustakaan seperti yang dilakukan perpustakaan-perpustakaan di luar Jawa. “Jadi pada saat mereka membuka website perpustakaan, mereka bisa langsung melihat judul judul buku pilihan mereka masing-masing. Seperti di Jawa kan sudah dilakukan,”  Rencana Mustari.

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih memperhatikan DKP ini utamanya anggaran, karena melihat selama ini perpustakaan hanya di pandang sebelah mata tidak sama dengan dinas-dinas lain yang ada di Konawe. “Seharusnya kita punya anggaran ini diperbesar juga, karena masih banyak program-program yang kita kembangkan, ”  harapnya.


Editor : Randa

Publizer : Iksan