Tim Khusus Polres Konawe Berhasil Meringkus Curanmor

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Polres Konawe kembali mengungkap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang di bentuk tim khusus (Timsus) di Wilayah Hukum Polres Konawe. Rabu 17/1/2019.

Dalam Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Konawe, Iptu Rachmat Zam Zam, SH, dimana Timsus telah berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang lelaki Erwin Sahrir alias Erwin Bin Edi (26) salah satu warga desa Abelisawa kecamatan sampara yang kini di ketahui berprifesi sebagai sopir, diduga pelaku pencurian sepeda motor bersama temannya.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Konawe, AKBP Muh Nur Akbar, SH, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim Iptu Rachmat Zam Zam, SH mengatakan bahwa tersangka Erwin sudah empat kali melakukan tindak pidana pencurian bersama dua rekannya yang kini berada di dalam tahanan polres konawe.

Dari hasil pengakuan tersangka telah melakukan pencurian sebanyak 4 kali Sementara tersangka Anton ditangkap dan diamankan hari ini Kamis (17/1/2019) salah satu warga kecamatan pondidaha dan Harlan (33) tahun warga desa panggulawu kecamatan uepai yang masih di rawat di RSUD Konawe yang menjadi korban penganiyayaan, tuturnya

Menurut Perwira Polri dengan pangkat dua balak di pundak itu, keempat tempat kejadian perkara (TKP) itu di depan Rumah Makan Mas Joko Kelurahan Anggaberi, Perumahan Sosial, Kelurahan Lalosabila dan Kecamatan Sampara.

Barang Bukti sepeda motor yang berhasil diamankan kapolres konawe yakni sepeda motor matic warna kuning, TKP di depan RM. Mas Joko Kelurahan Ambekaeri, sepeda motor Ninja RR warna hitam,TKP Perumahan Sosial, sepeda motor Mio Sporty Biru TKP di Kelurahan Lalosabila dan sepeda motor Beat warna biru dengan TKP Sampara,” ungkapnya Kasat Reskrim pada saat di mintai keteranga.

Adapun barang bukti saat ini kata Rachmat Zam Zam, 3 unit sepeda motor telah diamankan di Mako Polres Konawe.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka Erwin, Anton dan Harlan dijerat pasal 363 subsider 362 KUHP pidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.


Reporter : Januddin

Editor : Rj

Publizher : Iksan