, ,

LP3TKI Resmi Mencabut Laporan Pengiriman TKI Secara Ilegal, Ini Penjelasanya

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSAR NEWS: Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia  (LP3TKI) Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi mencabut laporan dugaan kasus pengiriman TKI secara Ilegal oleh Rosniatin Dodo pemilik PT AAD Pratama Karya.

Pencabutan laporan secara resmi itu dilakukan oleh LP3TKI yang saat itu melaporkan pemilik PT AAD Prataman Karya kepada pihak Polres Konawe, pencabutan laporan dikarena korban saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian mengelah dan tidak membenarkan lagi apa yang sebelumnya ia sampaikan kepada pihak LP3TKI dan Polres Konawe.

“Nursida yang saat itu mengaku menjadi korban PT. AAD Pratama Karya mengatakan, sebelumnya dia tidak berkeinginan untuk kerja di luar negeri, namun karena rayuan serta di iming-imingi uang sebesar 6 juta. Maka dia tertarik untuk kerja ke Arab Saudi. Setelah dia kerja disana selama beberapa bulan, dia sakit, lalu majikanya membawa dia ke dokter, hasil diagnosa dokter, bahwa dia sakit tumor, setelah itu majikan dia mengembalikanya di kedutaan indonesia di Arab Saudi untuk dipulangkan di kampung halamanya.

setelah pulang di kampung halamanya yg difasilitasi oleh BNP2TKI, Nursida tak kunjung sembuh, sehingga melaporkan kasusnya kepada pihak LP3TKI, mendengar laporan itu, LP3TKI lalu bersama Nursida dan Suaminya untuk melaporkan kepihak yang berwajib guna mendapatkan perlindungan hukum, usai melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib, jelang beberapa hari, pihak kepolisian kembali memintai keteranganya, saat di mintai keterangan Nursida malah mengelah dan tidak membenarkan pernyataan yang di sampaikanya saat itu” terang Kepala LP3TKI Sultra, Johanis

Lebih lanjut, Atas kasus Nursida yang menjadi TKI ilegal diarab saudi ini Johanis selaku pimpinan LP3TKI Sultra, membenarkan pihaknya untuk membantu, murni tidak mencari keuntungan, melainkan membantu Nursida agar mendapatkan Hak-haknya.

“jadi saya sama sekali tidak mencari keuntungan dalam pelaporan tersebut, hanya untuk membantu korban agar mendapatkan haknya dan atas tindakan yang dilakukan Nursida saya sangat sesalkan atas pernyataan yang dikeluarkanya” untuk itu saya minta maaf, tutup Johanis.


Reporter : Afdal

Editor : Januddin

Publizher : Iksan