,

Pesantren Al-Ikhlas Lambuya Disantroni Maling, Delapan Unit Komputer Raib

oleh
Ketgam : Kapolsek Lambuya Iptu Johan Arman Resikar
Ketgam : Kapolsek Lambuya Iptu Johan Arman Resikar
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Delapan Unit laptop milik Guru dan Siswa Pondodok Pesantren Al-ikhlas Lambuya, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di gondol maling, pada Senin, (21/01/2019) lalu.

Laptop tersebut merupakan hasil pinjaman pihak sekolah pada guru dan siswa setempat untuk keperluan UNBK mendatang.

Kapolsek Lambuya Iptu Johan Arman Resikar menuturkan, untuk jumlah pelaku masih belum bisa di pastikan karena kasus ini sementara dalam proses penyelidikan namun berdasarkan modus yang dilakukan pelaku, dapat di perkirakan jumlah mereka lebih dari satu orang dan adanya kemungkinan keterlibatan dengan orang-orang yang ada di sekolah tersebut.

“Kalau kita lihat dari modusnya daripada tindak pidana ini mungkin lebih dari satu orang, untuk jumlahnya kami belum bisa memastikan namun di perkirakan atau diduga ini mungkin ini ada unsur kerja sama dari orang-orang yang ada di sekolah tersebut karena ini berkaitan dengan kejahatan yang terjadi di dalam sekolah kan, karena dia mengetahui persis tempat penyimpanan laptop tersebut,” ungkapnya.

Ditempat lain, H. M. Danial Rahman Kepala Madrasah Aliyah Ponpes Al-IKHLAS Lambuya menjelaskan, Sehari sebelum simulasi tepatnya Senin 21 Januari pagi sekitar pukul 03:00 wita dari dua belas unit komputer dan laptop yang telah di kumpulkan, delapan diantaranya berhasil di bawah lari pencuri setelah masuk melalui jendela belakang yang di cungkil pada ruangan penyimpanan tersebut, adapun barang yang hilang yakni 2 unit laptop milik Guru dan 6 yang lainnya milik siswa.

Dikatakannya, atas kejadian ini pihak sekolah terus berupaya mencari informasi sekaligus terus melakukan koordinasi pada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini, terkait dengan sejumlah barang milik siswa yang hilang, pihak sekolah juga telah menyampaikan agar orang tua siswa tidak perlu khawatir, karena pihak sekolah siap bertanggung jawab untuk menggati barang milik siswanya yang hilang apabila tidak ada lagi kemungkinan barang tersebut bisa kembali nantinya.

“Insya Allah nanti kita akan undang pihak orang tua, kita akan berikan penjelasan sekaligus minta maaf atas kejadian ini karena ini musibah bukan kemauan sekolah atau unsur kesengajaan,” tutup H. M. Danial Rahman


Reporter : Wahyudin

Editor : Af

Publizer : Iksan