Kepala Desa Dunggua Diancam Oknum LSM

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Salah satu Oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kerap terdengar di Konawe. Hal itu pun nyaris terjadi menimpa Malianti kepala desa Dunggua, Kecamatan Amunggedo Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dimana Kasus pemerasan tersebut diungkapkan Maliatin kepada awak media, Jumat (25/1/2018). Ia bercerita, ketika itu Maliatin kedatangan tamu di rumah. Tamu lelaki tersebut mengaku dari sebuah LSM berinisial SS. Namun, Maliatin sendiri lupa mencatat siapa nama lelaki tersebut.

Hal ini maliatin, di datangi oleh Oknum LSM itu kemudian mengatakan jika dirinya mendapat laporan dari masyarakat terkait kasus dugaan penyelewengan dana desa. Diantaranya, pengadaan mesin pompa air yang disebut barang bekas yang sudah tidak layak untuk dipake, serta mempertanyakan ke mana saja penggunaan dana Pendapatan Asli Desa (PADes) Dunggua selama ini.

Setelah itu, Maliatin pun memberi penjelasan kepada oknum LSM tersebut terkait masalah yang dipertanyakannya. Namun pria berkulit agak putih itu malah tidak puas. Ia pun mengancam akan membawa kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sulawesi tenggara (Sultra).

“Saya bilang sama dia, iya lapor saja. Biar saya tahu apa kesalahanku sebenarnya,” ujarnya yang merasa tidak melakukan penyelewengan yang dituduhkan.

Maliatin pun menjelaskan terkait dua hal yang dituduhkan oknum LSM itu kepadanya kepada awak media. Masalah pompa air bekas, ia tidak menampik hal tersebut. Akan tetapi, itu bukan hasil pengadaan seperti yang dituduhkan.

“Jadi pada saat kami buat embung pake Dana Desa, di RAB-nya (Rancangan Anggaran Belanja, red) itu tidak ada pengadaan mesin pompa airnya. Tapi kami punya pompa air hasil pembagian dari Dinas, yang selama ini terpakai di embung lain. Mesin itulah yang kami pindahkan ke embung baru itu. Dia kira saya beli mesin bekas. Padahal itu mesin lama yang baru di taruh di sana (embung, red),” jelasnya.

Terkait ke mana saja penggunaan dana PADes selama ini, Maliatin mengaku menggunakannya untuk kegiatan desa. Seperti, jika ada acara lomba-lomba dan kegiatan lainnya. Termasuk kegiatan lomba Kamtibmas yang beberapa waktu lalu menempatkan Desa Dunggua meraih juara dua tingkat Nasional oleh Mabes Polri.

“Saya kan tidak pernah menarik sumbangan dari masyarakat kalau ada kegiatan desa. Makanya, Dana PADdes inilah yang kami pakai untuk setiap kegiatan desa. Dan laporannya juga jelas,” terangnya.

Terkait masalah tersebut, Maliatin bahkan pernah ke Kejari Sultra untuk menanyakan laporan oknum LSM tersebut. Namun pihak Kejari menyampaikan bahwa tidak ada laporan yang masuk terhadap dirinya. Dari situlah ia merasa jika oknum LSM yang menemuinya itu “ada maunya.”


Reporter : Januddin

Editor : Rj

Publizher : Iksan