,

Dinsos Konsel Catat 14.761 Jiwa Lansia Per 2018

oleh
Ketgam : Sosialisasi Rehabilitasi lanjut Usia di Konsel
Ketgam : Sosialisasi Rehabilitasi lanjut Usia di Konsel

KALOSARA NEWS : Keadaan lanjut usia adalah kondisi yang akan di lalui oleh oleh masing masing individu, sebagai warga senior dalam kehidupan sudah sepantasnya para lansia mendapatkan penghormatan dan penghargaan serta kedudukan yang layak.

Inilah yang menjadi dasar Loka Rahabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Konawe Selatan menggelar Sosialisasi Program Rehabilitasi Lanjut Usia yang dilaksnakan pada Kamis, 31 Januari 2019 di aula Kantor Dinas setempat.

Kadis Sosial Konsel Edwin Koodoh menyampaikan ucapan terima kasih kepada LRSLU Minaula Kendari atas kesediannya menggelar kegiatan Sosialisasi Rehabilitasi Lanjut Usia di Konsel.

“ini adalah sosialisasi pertama yang dilakukan LRSLU pasca perubahan nomenklatur dari Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Minaula Kendari berubah menjadi LRSLU Minaula Kendari yang berdapak pada perubahan Tata Kerja Rehabilitasi Lansia, ” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Edwin, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial akan berusaha melakukan pendataan para lansia yang kondisinya terlantar atau tidak mampu di urus oleh keluarganya untuk di tangani oleh pemerintah dan sampai tahun 2018 jumlah lansia yang didata oleh Dinsos Konsel berjumlah 14.761 jiwa dan dari data ini pihaknya akan lakukan verifikasi lansia yang masih produktif dan yang butuh penanganan dan selanjutnya akan bekerjasama dengan Kementrian Sosial RI untuk penanganan lebih.

Kepala LRSLU Minaula Kendari Samsyuddin menyampaikan bahwa pelaksanaan sosialisasi penanganan rehabilitasi sosial lansia ini sebagai tindak lanjut perubahan nonenklatur di Kementrian Sosial RI berdasarkan Permensos nomor 19 tahun 2018 tentang organisasi dan tata kerja UPT rehabilitasi sosial lanjut usia di lingkungan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementrian Sosial RI.

Lanjut Samsyuddin, sehingga terjadi perubahan tugas dan fungsi dari pelayanan lansia berbasis Institusi (Panti) menjadi Pusat Layanan Rehabilitasi Sosial Lansia yang bersifat Lanjutan (advance), komprehensif dan integratif yang berlaku sejak 1 Januari 2019 sebagai Respon Kemensos terhadap Undang undang no 23 tahun 2014 tentang pembangian urusan pemeritahan konkuren antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dan daerah Kabupaten/Kota.

“Jadi dalam setahun ini kami akan lakukan sosialisasi diseluruh wilayah Sultra dan wilayah yang di tangani oleh LRSLU yang meliputi 8 Provinsi yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat”.

Kata Samsyuddin, perubahan ini menyatakan bahwa urusan panti diserahkan ke pemerintah provinsi dimana fokus penanganannya pada persoalan dasar dan keberfungsian sosial sedangkan Pusat kewenangannya adalah pada balai dan loka yang fokusnya pada pengembangan kapabilitas dan berjangka waktu yaitu maksimal penanganan selama 6 bulan sedangkan pada panti bisa seumur hidup.

Adapun yang di tangani oleh LRSLU Minaula Kendari adalah, menurtut Samsyuddin, Lansia dengan penyakit kronis, lansia disabilitas, lansia yang memiliki kasus hukum untuk diberi bantuan hukum, lansia korban penyalagunaan Napza atau ODHA.

“Untuk lansia yang saat ini sedang kami tangani sementara kami lakukan assesmen jika para lansia tersebut masih memiliki keluarga maka akan kami kembalikan ke keluarganya jika tidak maka kami akan koordinasi dengan Panti yang ada untuk dipindahkan dan dari kurang lebih 80 lansia yang ada kami telah berhasil mengembalikan kurang lebih 22 lansia dan saat ini tersisa 58 lansia, “ucap Samsyuddin.


Reporter : Rj

Editor : Armin

Publizher : Iksan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart