, , , , , , , , , , ,

Pengusiran TKA, Aktifis lingkar Tambang Morosi Sebut Langkah Bupati Konawe Sudah Kongkrit

oleh
Ketgam : Aktifis Lingkar Tambang Morosi Isran
Ketgam : Aktifis Lingkar Tambang Morosi Isran
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Dugaan pengusiran terhadap karyawan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal cina pada perusahaan PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) oleh Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dinilai merupakan langkah yang sangat kongkrit. Hal itu disampaikan oleh Aktifis Lingkar Tambang Morosi Isran.

Menurut anggota Lira Sultra itu, rencana Bupati Konawe (KSK) untuk melakukan pengusiran terhadap tenaga kerja asing,yang baru -baru ini menghebohkan para warga Sultra, itu merupakan sebuah kebijakan yang sangat perlu dilakukan,” Langkah itu sudah kongkrit, karena sebagai Bupati Konawe, maka Kery sangat memahami persis persoalan ketenagakerjaan di lingkup PT. VDNI”Ungkap Isran saat ditemui di salah satu warkop dikendari

Selain itu, lanjut Isran menilai bahwa banyak dikalangan pihak tidak mengetahui ataukah sengaja menutup mata, terhadap apa yang terjadi disana, “Keberadaan tenaga kerja asing asal cina tidak hanya bekerja pada sektor yang membutuhkan skil, melainkan justru TKA tersebut membanjiri bidang pekerjaan yang nota bene unskill mulai dari pekerja kasar sampai yang para sopir-sopir trak pengangkut ore pun masih banyak terlihat disana adalah WNA asal Cina” terangnya

“Yang menjadi pertanyaan dimana langkah pengawasan yang sudah kita lakukan.
WNA asal Cina yang datang bekerja di VDNI bukanlah sesuatu yang fiktip adanya, keberadaan mereka adalah sesuatu yang nyata, sehingga terkait persiapan Bupati Konawe untuk melakukan pengusiran terhadap WNA asal Cina tersebut semestinya semua pihak memberikan apresiasi dan dukungan secara penuh, apalagi dalam hal ini Beliau telah mengemukakan adanya tunggakan kewajiban oleh PT. VDNI kepada Pemerintah Daerah terkait dengan masuknya TKA tersebut.

Lebih lanjut Isran menjelaskan keberadaan TKA asal Cina pada sector pekerjaan yang unskil ini, telah menutup peluang kerja bagi masyarakat kita.

lalu dimanakah keberpihakan Negara untuk menegakkan peraturan demi menciptakan lapangan kerja di Negeri mereka sendiri. Sudah cukup Pemerintah memberikan ruang investasi untuk mengelola sumber daya alam di Negeri ini, Bukankah tujuan investasi asing adalah untuk menciptakan lapangan kerja dalam Negeri

‘Kita sebagai bangsa sudah lama lalai dalam menerapkan prinsip Hukum Dasar yang tertuang dalam Pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Yang menyatakan: Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Sehingga dirinya mengajak, Mari kita uji materil mengenai unsure-unsur pasal ini. Saya pikir ini sederhana berapa nilai manfaat yang di dapat oleh Rakyat dari keuntungan pengelolaan sumber daya alam kita.

“Dan berapa keuntungan perusahaan yang didapat dari hasil mengelola sumber daya alam kita. Ini perlu menjadi perenungan untuk kita semua. Agar kita sadar bahwa kita hanyalah mendapatkan keuntungan kecil dari sumber daya alam kita.
Semoga kita semua bisa menyadari bahwa yang menjadi persolan di PT. VDNI hari ini adalah banyaknya TKA asal Cina yang dipekerjakan pada pekerjaan unskil yang harus ditindak”.

Sehingga langkah Bupati Konawe untuk menindak tegas, adalah sebuah langkah positif guna menegakkan Hukum dan Peraturan yang berlaku di Indonesia, “Untuk itu kami sebagai masyarakat yang berada dalam wilayah lingkar tambang siap memberikan dukungan sepenuhnya atas rencana pengusiran, atau lebih tepatnya melakukan deportasi terhadap TKA illegal dan atau yang melanggar Hukum dan Perundang-undangan yang berlaku” tutupnya


Reporter : Wahyudin

Editor : Af

Publizher : Iksan