,

Istri Siri Serobot Harta setelah Suami Meninggal, Berakhir Dipenegak Hukum

oleh
Ketgam : Kuasa Hukum IB, Azwar Anas Muhammad, S.H
Ketgam : Kuasa Hukum IB, Azwar Anas Muhammad, S.H
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Seorang anak kandung sudah sepantasnya mendapatkan semua harta waris yang telah di tinggalkan oleh orang tua kandungnya sendiri, namun kali ini sangat disayangkan  dengan dasar telah menikah dengan orang tuah kadung IB. NS diduga serobot harta waris peninggalan almarhum IB.

Tak hanya itu, NS juga meminta kepada 3 orang anak dari almarhum IB untuk bagi bersama harta berupa mobil Toyota Alphard Tipe V  tahun 2016 dengan nomor polisi  L  1672 TD jika diuangkan senilai 200 Juta rupiah.

Bermula, setelah Almarhum IB  bercerai dengan WS. Almarhum IB.  menikah siri dengan NS yang beralamat di BTN Graha Asri Puuwatu, selama berlangsungnya pernikahan siri itu, antara NS dan IB mereka tidak dikarunia seorang anak hingga almarhum IB meninggal dunia.

“Yang dimana NS saat itu tidak pernah meminta surat nikah yang sah kepada pihak KUA semasa hidup almarhum melainkan hanya mengklaim bahwa adanya pengakuan yang dinilai tidak memiliki kekuatan hukum atas pernikahan itu,” kata MA anak kandung dari pasangan Alm.IB dan WS

Setelah meninggal dunia almarhum IB. NS kemudian melakukan kesepakatan untuk membagi harta waris kepada anak almarhum dengan cara di buat kesepakatan bersama.

Setelah IB meninggal dunia pada 11 Juli 2018 yang lalu, NS yang di duga istri siri Alamarhun IB saat itu meminta kepada MA (Anak Almarhum IB) bahwa harta waris yang dimiliki almarhum IB harus di bagi dua dengan NS.

“Dengan itu NS membuat kesepakatan yang tertuang  melalui notaris kesepakatan yang diterbitkan oleh notaris Rayan Riyadi  bersama untuk bagi hasil dari harta warisan Almarhum IB, dan memerintahkan ke saya  untuk menitipkan mobil tersebut kepada orang yang dipercayai guna menunggu hasil penjualan yang akan dilakukan,” kata MA.

Setelah menitip mobil tersebut kepada orang yang dinilai telah percaya. NS kemudian hilang tidak tau kemana tanpa ada informasi keberadaanya, sehingga saat itu, MA mengambil mobil tersebut dan mencari tau dimana keberadaan harta waris lainya ayahnya.

“Sehingga dengan itu saya sebagai putra almarhum IB harus melaporkan NS kerana dia sudah menuduh saya  telah melakukan pencurian mobil padahal mobil itu kan mobil ayah saya, dan pembelian mobil itu hasil dari harta antara ibu dan almarhum ayah saya setelah berpisah,”  jelas IB.

Setelah mengambil mobil ayahnya, rupanya NS melaporkan kepada pihak berwajib bahwa MA telah melakukan pencurian.

Ditempat yang sama Kuasa Hukum IB, Azwar Anas Muhammad, S.H  menambahkan , dirinya mengencam  atas tindak yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang dimana dinilai telah menindak lanjuti laporan NS tanpa pembuktian dasar terlebih dahulu.

“Seharusnya kepolisian Polsek Mandonga harus jeli dalam menerima laporan yang dilaporkan NS dan tidak serta menerima  langsung begitu saja, ” ungkap Azwar

Wakil Sekjen PERADI RBA Sultra itu menjelaskan sebagai pihak kepolisian harus netral terhadap kasus tersebut. “Adapun soal kasus ini bukan masuk pada pidana melainkan perdata,” jelas Azwar

Tak hanya itu, Azwar mengatakan, sebagai penasehat hukum mengharapkan pengadilan agama sebagai upaya hukum untuk mendedikasikan kebenaran formal yang sudah jelas harta tersebut milik klien kami.

“Hal itu kan berdasarkan Kompilasi hukum islam sudah jelas mengatur tetang pembagian warisan berdasarkan pada pasal 171 huruf C KHI dan hukum islam pasal 92 yang intinya istri siri tidak mendapat bagian dari harta waris peninggalan suami,” Tambah Azwar.

Yang sangat disesalkan, kata Azwar klienya anak dari almarhum IB sudah berupaya untuk ber-ihtikad baik kepada NS untuk membagi harta warisnya, kerna dia (MA Red) tidak ingin jadi polemik diluar. Namun NS yang langsung mengambil dan merampas hak bagian dari klienya.

Hingga berita di terbitkan, pihak NS belum memberikan pernyataan soal pemberitaan ini, dan akan diberikan hak jawabnya. menurut informasi bahwa NS berada di laur daerah.


Reporter : Wahyudin

Editor      : Af

Publizer  : Iksan