Islam Bukan Sekedar Agama, Tapi Sebuah Sistem Kehidupan

  •  
  •  
  •  

Oleh: Nur Syamsiyah

(Mahasiswi Malang)

Berbicara tentang Islam, banyak orang menilai bahwa Islam hanyalah sebuah agama yang mengandung nilai-nilai religi. Islam dianggap sebagai pengatur shalat, puasa, zakat dan haji. Padahal lebih dari itu, Islam mampu mengatur kehidupan manusia dari segi ekonomi, politik, sosial, pendidikan, hukum, dan lain sebagainya. Sebab Islam bukan sekedar agama, tetapi juga merupakan sistem kehidupan (ideologi) yang dapat menyelesaikan problematika umat.

Islam juga disebut sebagai rahmat bagi seluruh alam. Artinya, rahmat tidak untuk kaum yang beragama Islam saja, atau untuk manusia saja, tapi untuk seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini, baik itu makhluk hidup ataupun makhluk tak hidup tanpa membatasi suku, ras, negara, dan lainnya.

Namun, menjadi hal yang tabu jika di zaman sekarang masih membahas tentang penerapan konsep Islam yang menyeluruh. Bahkan, sebagian mereka mengatakan bahwa agama harus dipisahkan dengan kehidupan, agama harus dipisahkan dengan negara. Inilah yang dikatakan dengan kehidupan sekuler, di mana manusia hanya boleh berbicara agama dalam urusan pribadinya. Artinya, manusia tidak boleh berbicara agama dalam kehidupan umum.

Umat perlu dipahamkan bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang menyeluruh dan paripurna. Islam bukan sekedar spiritual belief atau sets of belief saja, tetapi juga wordly belief (ideology/mabda’), mencakup pemikiran-pemikiran tentnag akidah dan hukum-hukum di berbagai aspek kehidupan (fikrah) sekaligus bagaimana menegakkan pemikiran-pemikiran tersebut dalam realitas kehidupan (thariqah).

Sejenak kita menengok sejarah, bagaimana baginda Muhammad saw dulu yang senantiasa berjuang dalam menyebarkan Islam. Apakah Rasul hanya mengenalkan shalat, puasa, zakat dan haji saja? Tentu, TIDAK. Rasulullah mengenalkan kepada umatnya tentang haramnya riba, haramnya khamr, haramnya perzinahan dan memberikan sanksi pada pelakunya, memberikan sanksi pada pencuri, berjihad di medan perang, dan lain sebagainya.

Dan Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk menerapkan peraturan dari Asy-Syari’ secara menyeluruh, bukan mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian. Sebab Islam bukanlah prasmanan, yang bisa kita pilih dan kita tinggalkan dengan sesuka hati.

Ancaman Allah kepada orang-orang yang setengah-setengah dalam berislam adalah sangat besar. Dimana Allah Ta’ala berfirman:

 “Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab  dan ingkar kepada sebagian kepada sebagian (yang lainnya)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian itu di antara kalian selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (TQS Al-Baqarah: 85)

Dalam ayat selanjutnya Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan sebab mengapa ada orang yang memilih-milih syariat untuk dikerjakan. Dia berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan siksanya dan mereka tidak akan ditolong.”Naudzubillah min dzalik

Maka, wajib atas kaum Muslimin untuk memegang erat-erat seluruh syariat-Nya tanpa memilah dan memilih. Dan sangat tidak pantas orang yang berperinsip, “Apa yang disukai dikerjakan dan yang bertentangan dengan hawa nafsu ditinggalkan.” Bukankah Allah secara tegas telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar memeluk Islam secara sempurna?Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia merupakan musuh yang nyata bagimu.” (TQS Al-Baqarah: 208)

Dan penerapan Islam secara keseluruhan itu tak kan bisa dilaksanakan jika belum tegak adanya sebuah institusi negara Islam yang mampu menerapkannya.

Wallahu a’lam bisshawab


Editor : Armin

Publizher : Iksan

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co