Dituding Jual Ore Nickel Ilegal, PT Paramitha : Kami Selalu Taat Pajak dan Taat Aturan

oleh
Ketgam : Public Relations PT Paramitha Persada Tama Andi Muh. Safriansyah saat menunjukan semua kelengkapan administrasi
Ketgam : Public Relations PT Paramitha Persada Tama Andi Muh. Safriansyah saat menunjukan semua kelengkapan administrasi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Tudingan yang di sampaikan oleh Koalisi aktivis pemerhati lingkungan dan pertambangan (KAPITAN SULTRA) kepada PT Paramitha Persada Tama saat melakukan demonstrasi di Dinas ESDM Sultra yang menduga PT Paramitha  melakukan aktifitas pertambangan Ilegal dengan melakukan penjualan ore yang tidak prosedural, mendapat tanggapan serius oleh Public Relations (PR) PT Paramitha, Andi Muh. Safriansyah ST,SH.

Karena, Sejak masa beroperasi di Desa Boenaga dan Boedinggi pada tahun 2016 , PT Paramitha Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, PT Paramitha sudah menyelesaikan kelengkapan administrasi, baik Izin Usaha Pertambangan (IUP), Pembayaran Pajak Kepada Negara dan Surat keterangan Verifikasi (SKV) Sebelum memberangkatkan tongkang pemuatan ore nickel.

“Apa yang di tudingkan masa aksi,  itu tidak berdasar.kerena sejak masa beroperasi setiap akan kami memberangkatkan tongkang selalu kami ajukan kepada ESDM Sultra dan itu ada buktinya, bukan hanya itu, kami juga sebelum memberangkatkan tongkang pemuatan selalu bayar pajak kepada negara” ungkap Andi sambil memperlihatkan dokumen permohonan verifikasi dan bukti pembayaran pajak kepada negara kepada awak media.

Selain itu, lanjut Andi, PT Paramitha juga  sudah melakukan perbaikan dan presentase kepada Tim Verifikator yang di bentuk oleh ESDM Sultra pada November 2018 yang lalu, sehingga kelengkapan itu sudah di ACC oleh Tim Verifikator dan merekomendasikan kepada ESDM agar segera menerbitkan RKAB PT Paramitha.

” Kami sudah melakukan presentase dan perbaikan dokumen yang di minta oleh tim Verifikator mengenai RKAB. sehingga saat kami melakukan presentase ulang  setelah kelengkapan administrasi kami terpenuhi Tim tersebut sudah meng ACC , namun hingga saat ini RKAB belum kami terima dikarenakan ESDM Sultra sampai hari ini belum juga menerbitkan padahal itu sudah lama kami lakukan presentase dan kelengkapan administrasi pada tahun 2018″ terang Andi

Menyoal jetty, diakuinya saat ini sedikit bergeser dari titik koordinat dikerenakan adanya sungai yang tidak boleh di tutupi.

“Soal pergeseran titik Koordinat sepanjang 100 meter itu, di akibatkan karena terdapat sungai pada titik itu. sehingga kami sedikit bergeser agar tidak melakukan penimbunan” tandasnya.


Reporter : Hendra

Editor : Af

Publizher : Iksan