, ,

Empat Designers Batik Sultra Terbaik Tampil di Ajang IFW

oleh
Ketgam : Empat Hasil Designer Batik Sultra saat tampil di IFW
Ketgam : Empat Hasil Designer Batik Sultra saat tampil di IFW
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Provinsi  Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2019, di Plenari Hall Jakarta Convention Center, sekitar pukul 18.00-20.00 WIB, Rabu 27 Maret 2019.

Kesempatan tersebut akan dimanfaatkan para designer ternama asap Sultra, yang tergabung dalam BPD Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sultra, untuk menampilkan koleksi terbaik mereka.

Ketua BPD APPMI Sultra, Julie Artanty Kaimuddin Haris mengatakan, empat designer terbaik Sultra  akan mengikuti IFW diantarnya Kusminto Herman Prasetyo, Amir Malik, Risza Novianty Syamsul SaoSao dan dirinya.

Selain itu, kata Julie, istri Gubernur Sultra yakni Agista Aryani Ali Mazi turut berpartisipasi dengan menampilkan designnya, sebagai wujud dukungan dalam mempromosikan karya designer asal Sultra,  dan tenun daerah sebagai simbol kekayaan kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Julie menambahkan, melalui ajang tersebut, para designer yang telah malang melintang dalam berbagai event fashion akan menampilkan ragam tenun khas bumi anoa, dengan mengusung tema “Kemilau Sulawesi Tenggara”.

“Event kali ini, Sultra diberi kesempatan untuk tampil di slot prime Indonesia Fashion Week 2019. Selain itu, kesempatan tersebut juga didukung Pemda Sultra, Dekranasda Provinsi/Kabupaten, Dinas Pariwisata dan Perindag Sultra. Untuk itu, Kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi pihak-pihak yang telah mensupport,” ujar Julie, Mingggu 24 Maret 2019.

Untuk diketahui, keempat designer Sultra yang meramaikan IFW 2019 mengangkat tema yang berbeda beda. Kusminto Herman Prasetyo mengusung tema Wuna The Lost City” dalam karyanya, dengan menggunakan tenun dari Kabupaten Muna.

Sedangkan Amir Malik mengusung tema Etnic Collaborate. Artinya, mengkolaborasi tiga jenis bahan tenun etnik yang ada di Sultra yaitu Kota Kendari, Kota Bau Bau dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kemudian, Risza Novianty Syamsul SaoSao bakal memperkenalkan motif kain batik dan tenun Bombana, dan tenun pewarna alam dari Buton. Adapun tema design tahun ini adalah Moronene di Wolio.

Sedangkan Julie Artanty Kaimuddin Haris membawakan satu outfit untuk rising star IFW 2019 oleh dirinya. Peserta rising star adalah designer-designer terpilih yang akan di promosikan di Indonesia fashion week 2019.

Kali ini, busana rising star yang dibawakan Julie adalah tenun Muna (Kapudodo), digabungkan dengan bahan kulit asli. Rancangan ini menggambarkan pakaian wanita modern, strong, dan sentuhan khas daerah.


Reporter : Afdal

Editor : Randa

Publizher : Iksan