, , , , ,

Gerakan Pencerahan IMM, Menuju Sultra Berkemajuan

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh : Asman

(Ketua Cabang IMM Kota Kendari)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan IMM, kini sudah memasuki usia yang ke 55. Lebih dari setengah abad membuat IMM menjadi organisasi yang sudah cukup banyak memberi sumbangsi bagi Negara ini. Tak canggung-canggung tema yang di angkat oleh Dewan Pimpinan Pusat IMM begitu menarik “Karya Nyata Untuk Bangsa”. Dari tema tersebut banyak yang berspekulasi serta menanyakan kira-kira karya apa yang telah di berikan IMM untuk bangsa ini.?

Tapi kali ini, kita tidak  membahas persoalan MILAD IMM Ke 55 itu. Yang pada dasarnya bahwa IMM hadir di Negara ini karena keharusan sejarah yang membuat IMM harus dilahirkan (Farid Fatoni). Serta IMM konsisten sampai saat ini menjadikan NKRI sebagai harga mati bagi setiap kadernya.

Kali ini giliran DPD IMM Sultra yang akan menggelar Musyawarah Daerah (MUSYDA), beberapa hari kedepan tepatnya pada tanggal 29 Maret nanti DPD IMM Sultra akan menggelar Muywarah Daerah (Musyda), karena di beberapa daerah di Indonesia setiap DPD IMM sudah melaksanakan Musyawarah. Tema yang di angkat untuk musyda kali ini, termasuk tema yang sangat menarik dan unik. Menggapa demikian karena kali ini IMM sultra begitu visioner dalam memberikan sumbangsi untuk daerah ini, ini telah terlihat bahwa IMM betul-betul menunjukkan eksistensinya untuk benar-benar berkarya untuk bangsa ini.

“gerakan pencerarahan IMM menuju sultra berkemajuan” merupakan suatu hal yang sangat substansi yang harus IMM galakkan di bumi Anoa ini. Menjadi hal yang mutlak untuk di kerjakan karena hari ini, kita mengalami degradasi moral bagi kaum intelektual maupun organisatoris. Olehnya itu dengan gerakan pencerahan menjadikan IMM sebagai organisasi yang berani tampil kedepan untuk daerah ini.

Teringat dalam suatu acara seminar yang dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah Kota Kendari, salah satu pemateri mengatakan bahwa hari ini yang harus di butuhkan dan kerjakan oleh manusia untuk merubah tatanan kehidupan umat manusia adalah dengan tiga cara yaitu, Inteleltual, Humanitas dan Religiusitas Di kalangan kader IMM ketiga tersebut di namakan dengan Tri Kompetensi Dasar yang harus di miliki setiap kader IMM yang mana selama ini IMM telah menjadikan sebagai sesuatu hal yang snagat mendasar yang harus dikerjakan oleh kader IMM.

Dan paling menariknya lagi 55 tahun silam IMM telah mendeklrasikan hal tersebut. Di momen Musyda ini tentunya setiap kader IMM Sultra harus menjadikan tema tersebut menjadi spirit perjuangan untuk menegakan amar ma’ruf nahi munkar.  Gerakan IMM harus terfokus untuk melihat keadaan masyarakat, serta IMM harus peka dengan persoalan kemanusiaan dan persoalan keumatan. Seperti yang di katakana oleh Kakanda Supratman IMM mengambil peran dalam mengatasi persoalan keumatan.

Setiap kader IMM Sultra, jangan terus-terusan terkurung dalam rana persoalan internal karena itu yang akan menghambat gerakan pencerahan IMM untuk Sultra berkemajuan. Jangan fokus mencari solusi terhadap akibat, namun fokuslas mencari solusi terhadap penyebabnya. Di Musyda kali ini kami sangat mengharapkan siapapun yang di amanahkan untuk menahkodai IMM Sultra kedepannya, mari bersama-sama mendukung dan berjalan berdampingan untuk mencerahkan Sultra ini.

Selamat ber Musyda dan kedepankan etika Anggun dalam moral, sehingga marwah gerakan IMM yang selama ini dikenal dengan teman-teman lain tidak menjadi rusak, dan jangan pernah sekali-kali merusak IMM. Mari saatnya kita menunjukkan gerakkan IMM selalu untuk perubahan kea rah yang lebih baik, berikan apa yang dapat kita berikan tanpa harus menanyakan apa yang telah mereka berikan untuk IMM. Tetapi mari berikan sesuatu dengan ikhlas tanpa mengharapkan pamri dari orang lain. Semoga Musyda kali ini jauh dari intervensi dan orang-orang yang akan merusak marwah gerakan IMM.

Semoga apa yang menjadi visi kita selama ini, dapat menjadi sebuah pemantik untuk terus berbuat, dan  semoga berkat rahmat Illahi melimpahi perjuangan kita semua.


Editor : Armin

Publizher : Iksan