Memuliakan Kaum Perempuan dengan Syariat Islam 

oleh
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh ; Rismawati

(Mahasiswi UMK)

Perempuan sering disebut-sebut sebagai perisai sebuah negara, yang mana jika kaum perempuan akhlaknya baik maka baik pula lah para generasinya, tetapi apabila akhlaknya  buruk maka buruk pula lah generasi berikutnya.Begitulah islam memandang perempuan. Namun fakta hari ini perempuan tidak lain hanya sebagai pemuas nafsu belaka bagi para penganut faham kapitalisme. Kebusukan kapitalisme telah merenggut kehormatan wanita dengan dalih wanita harus sepadan dengan laki laki, jika lelaki bekerja diluar rumah untuk mencari nafkah keluarganya maka wanitapun dipaksa untuk melakukan hal yang sama.

Kesetaraan gender yang dieluh-eluhkan oleh paham kapitalisme sukses membuat para kaum perempuan melupakan jati dirinya sebagai kaum yang terhormat dan dimuliakan. Lihatlah kejadian disekitar kita, kini telah tumbuh dan berkembang dengan pesat produk-produk yang menjadikan perempuan sebagai model iklannya untuk menarik perhatian para lelaki yang logikanya produk yang ditawarkan dan model yang ditampilkan cenderung tidak sesuai. Salah satu contohnya yakni iklan penjualan motor, pada iklan tersebut tertera gambar seorang perempuan yang berdandan bak seorang ratu dengan pakaian seksi. Secara logis, apakah kesinambungan antara seorang wanita cantik dan penjualan motor? Inilah hasil dari busuknya kapitalisme yang menjadikan perempuan sekedar sebagai pajangan untuk menarik perhatian para pelanggannya.

Lanjut, kesetaraan jender juga memberikan gambaran mengenai posisi kaum perempuan dalam masyarakat sekuler kapitalis.Dalam sistem ini, perempuan memang dinilai dengan harga sangat murah dan terhina.Perempuan tak lebih dari benda/robot yang diperalat untuk memutar mesin industri kapitalis baik sebagai faktor produksi maupun sebagai objek pemasaran bagi produk yang dihasilkannya.

Fakta lain buruknya kapitalisme yang membuat kaum perempuan bagaikan tak bernilai dizaman ini adalah terjadinya pembantaian serta pemerkosaan oleh para kaum zalim bagi para perempuan di negeri-negeri muslim seperti di Uighur, Palestina dan di negeri-negeri muslim yang lain. Fakta  yang lebih miris lagi adalah kapitalisme telah menjadikan perempuan sebagai bahan tontonan dengan menyelenggarakan beberapa event yang menjadikan perempuan sebagai bintang utama yang kemudian akan mempertontonkan keindahan yang mereka miliki, diantaranya ratu atau missworld semalam tanpa busana yang tertutup. Jika dicermati lebih dalam, maka kita akan melihat bahwa ajang missworld atau ajang ratu-ratuan itu bukan sekedar  pamer aurat semata, tetapi masih banyak hal lain yang harus kita waspadai bahayanya bagi umat.

Ditetapkannya hari perempuan yang selalu diperingati pada tanggal 8 maret sebagai International Women’s Day setiap tahunnya merupakan bukti bahwa perempuan hari ini telah terlena dengan ide kesetaraan jender yang diterapkan oleh kaum kapitalis. Beberapa hal yang menjadi perbincangan dalam peringatan hari perempuan diantaranya meliputi kesempatan dalam ikut berpartisipasi didunia politik dan urusan Negara, kesempatan untuk bekerja sesuai kesenangan mereka, kebebasan untuk berkarya dan berekspresi dan kesetaraan bagi sesama perempuan. Dilansir oleh m.kumpara.com pada 8Maret 201922:16 WIB, banyaknyakasus penghinaan, pelecehan sesama perempuan hingga soal penampilan dan juga urusan personalmembuat kita wajib memperjuangkan hak kita dengan sesama dimata perempuan.

Itulah beberapa fakta yang telah membuktkan bahwa dizaman sekarang ini wanita tidak lagi dihargai martabatnya dan tidak lagi dijaga kehormatanya disebabkan karena tidak diterapkannya syariat Islam di dunia ini. Sungguh sangat jauh berbeda pada masa diterapkannya  syariat islam dalam negara yang disebut dimana perempuan betul-betul  menjadi perisai negara hingga mereka sangat dijaga kehormatanya oleh negara.

Perlindungan terhadap kaum perempuan telah menorehkan tinta emas dalam sejarah yang tidak akan terlupakan sepanjang zaman.   Tidak dijumpai pada masa berbagai tindak kekerasan dan pelecehan, apalagi kepada perempuan.  Salah satu kisah yang terjadi pada masa yakni ketika  seorang Muslimah berbelanja di pasar Bani Qainuqa, seorang Yahudi mengikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui sehingga ketika berdiri aurat perempuan tersebut tersingkap diiringi derai tawa orang-orang Yahudi di sekitarnya. Perempuan  tersebut berteriak. Kemudian salah seorang Sahabat datang menolong dan langsung membunuh pelakunya.Namun kemudian, orang-orang Yahudi mengeroyok dan membunuh Sahabat tersebut. Ketika berita ini sampai kepada Nabi Muhammad saw., beliau langsung mengumpulkan tentaranya. Pasukan Rasulullah saw. mengepung mereka dengan rapat selama 15 hari hingga akhirnya Bani Qainuqa menyerah karena ketakutan.

Demikianlah  sejarah kaum Muslim telah mencatat betapa Islam yang mereka terapkan ketika itu benar-benar membawa keberkahan dan ketinggian kehormatan bagi kaum perempuandan negara. Sungguh dengan diterapkannya syariat islamdalam naungan  makan negara  Islam benar-benar akan menjadi penjaga para kaum perempuan. Namun  semua  ini tidak akan terwujud kecuali ketika Islam tegak dalam institusi yang menaunginya yaitu. Oleh karena itu, kita harus terus menyuarakan tegaknya agar syariat islam dapat diterapakan karena sesungguhnya hanya syariat islam dalam naungan yang mampu menjaga kehormatan kaum perempuan. Wallahuallam bissawab


Editor : Armin

Publizher : Iksan