, ,

PT Billy Indonesia dan PT WIN Diadukan ke Mabes Polri

oleh
Ketgam : Koordinator Presidium Forsemesta Sultra, M Ikram Pelesa saat menyerahkan aduannya ke pihak Mabes Polri/foto : Ikram
Ketgam : Koordinator Presidium Forsemesta Sultra, M Ikram Pelesa saat menyerahkan aduannya ke pihak Mabes Polri/foto : Ikram
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS :  Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (FORSEMESTA) Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menggelar Aksi Demonstrasi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) serta di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara KESDM RI.

Dalam aksinya  Kamis, 28/3/2019 FORSEMESTA meminta Mabes Polri untuk mengusut Dugaan Komersialisasi Terminal Khusus (Tersus) PT. Billy Indonesia kepada PT. Wijaya Inti Nusantara yang telah terjadi selama 5 tahun.

“Kami Meminta Mabes Polri segera memeriksa Direktur Utama PT  Billy Indonesia dan Direktur Utama PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) atas Dugaan Komersialisasi Pelabuhan Jeti yang telah mengakibatkan kerugian negara miliaran rupiah selama 5 Tahun,” Kata Koordinator Presidium Forsemesta Sultra, M Ikram Pelesa Dalam Rilisnya.

Sementara itu Kasubag Yanduan Bag Anev Ro PID MABES POLRI) Olga Sekeon saat menerima massa aksi mengatakan, dirinya akan menyampaikan tuntutan FORSEMESTA Sultra itu pada Bareskrim untuk ditindak lanjuti.

“Laporannya segera kami tindak lanjuti ke Bareskrim untuk diproses, selebihnya rekan-rekan silahkan mengecek perkembangan kasusnya nanti,” ujarnya Olga Sekeon.

Ditempat lain, masa aksi menggelar unjuk rasa di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara KESDM RI, mereka meminta Kementerian ESDM RI Melalui Dirjen Minerba untuk tidak mengeluarkan rekomendasi izin penjualan ore nickel PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) baik eksport maupun Lokal, serta mengeluarkan surat penghentian aktivitas PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) karena menggunakan Tersus yang bukan miliknya selama bertahun-tahun dan belum mendirikan smelter.

Menanggapi massa aksi, Kasubag pertimbangan Hukum Minerba Ogi Dayantara, SH.,MH mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengenai aktivitas PT WIN dan PT Billy.

Ia Juga menerangkan pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi izin penjualan Ore Nickel Kepada PT WIN baik ekspor maupun lokal.

“Kami ada Forum dengan mereka (Dinas ESDM) kami akan menyampaikan persoalan PT. WIN dan perlu saudara-saudara ketahui bahwa kami tidak pernah mengeluarkan rekomendasi izin penjualan Ore Nickel Kepada PT. WIN baik ekspor maupun lokal”, tegasnya

Untuk diketahui, hingga berita ini di tayangkan, belum ada hak jawab dari kedua perusahaan yakni, PT Billy Indonesia dan PT WIN di Polisikan

Adapun tuntutan aksi Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (FORSEMESTA) Sultra adalah :

  1. Meminta MABES POLRI untuk Segera Memeriksa Direktur Utama PT. Billy Indonesia dan Direktur Utama PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) atas Dagaan Komersialisasi Pelabuhan Jeti yang telah mengakibatkan Kerugian Negara Miliaran Rupiah
  1. Meminta Kepada Kementerian ESDM RI Melalui Dirjen Minerba untuk tidak mengeluarkan rekomendasi Izin Penjualan Ore Nickel PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) baik Eksport maupun Lokal,
  1. Meminta Kepada Kementerian ESDM RI Melalui Dirjen Minerba untuk mengeluarkan Surat Penghentian Aktivitas PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) sampai adanya Pelabuhan Khusus milik PT. WIN itu sendiri
  1. Mendesak KPK RI dan MABES POLRI Untuk Segera Melakukan Penyelidikan Atas Kerugian Negara Yang ditimbulkan akibat Komersialisasi Pelabuhan Khusus yang dilakukan oleh PT. Billy Indonesia kepada PT. WIN. Serta penjualan Ore Nickel PT. WIN tanpan Dokumen Surat Keterangan Hasil Verifikasi (SKV) dari Dinas ESDM Sulawesi Tenggara.

Reporter : Wahyudin

Editor : Af

Publizer : Iksan