, ,

Puskesmas Ramah Anak Upaya DP3A Konawe Wujudkan KLA

oleh
Ketgam : Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara dan Kepala Dinas PPPA Cici Ita Rustianty (tengah) Foto bersama dengan peserta dari salah satu perwakilan Puskesmas yang ada di Konawe.
Ketgam : Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara dan Kepala Dinas PPPA Cici Ita Rustianty (tengah) Foto bersama dengan peserta dari salah satu perwakilan Puskesmas yang ada di Konawe.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) akan melaunching Puskesmas Ramah Anak (PRA). Hal itu bertujuan untuk mewujudkan Konawe sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Kadis DP3A Cici Ita Rustianty menuturkan bahwa dari 400 lebih puskemas kabupaten kota di seluruh Indonesia, baru 200 lebih yang sudah di inisiasi menjadi  puskemas ramah anak. Sedangkan untuk di Sulawesi Tenggara sendiri baru Puskesmas Kota Kendari dan Puskemas Kabupaten Konawe yang menginisiasi ke Kota Layak Anak (KLA).

“Di Kabupaten Konawe sendiri ada 27 puskesmas, namun pada kegiatan ini kita hanya mengundang 10 puskesmas untuk menyiapkan PRA, jika yang 10 puskemas ini sudah memenuhi syarat baik dari segi sarana, fasilitas, layanan, dan lain lain, maka yang 17 puskesmas kita akan tambahkan lagi. Dalam 2 tahun kedepan, target kita harus mencapai KLA. Setelah sosialiasi kami akan turun kembali melihat kesiapan untuk segera kita launcing,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam sosialisasi ini di fokuskan agar puskesmas memberikan pelayanan ramah anak, baik pada anak yang sedang berobat maupun anak yang sedang berkunjung di Puskemas, serta perlindungan dan penghargaan atas hak anak.

“Pokonya semua ini hak-hak anak ini termaksud 25 hak anak itu harus terpenuhi, salah satunya itukan dari segi kesehatan bukan saja dari pendidikan makanya kemarin kita deklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA),” kata Ibu Cici Sapaannya.

Maka dari itu, Lanjut  ibu wakil Bupati Konawe ini, sekolah ramah anak bukan saja puskesmas ramah anak tapi juga sekolah ramah anak untuk menuju ke kabupaten layak anak.

“Dari 400 Kabupaten Kota seluruh Indonesia baru 200 lebih yang inisiasi yang suda menjadi Kabupaten layak anak, kita ini bersyukur dari 17 Kabupaten kota termaksud Konawe yang baru menginisiasi baru Kota Kendari dan Konawe yang menginiasi ke KLA,”  Tambahnya.

Sementara itu ditempat yang sama Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, S.T,.MM sangat mendukung dan mengapresiasi program PRA ini.

“Semua program yang ada harus memiliki interkoneksi sehingga bisa bergerak bersama dalam pembangunan seluruh sektor,” paparnya.

Selain itu, Ia juga mencontohkan dari seluruh puskemas yang berada di kabupaten konawe, peningkatan pelayanan fasilitas dan lainnya ukurannya adalah akreditasi.

“Rata-rata puskesmas kita, dari 27 baru 5 yang Akreditasi Madya, selebihnya itu dasar. Kedepannya  akreditasi minimal harus utama selebihnya 50 persen harus paripurna,” ungkap Gusli.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Konawe ini menambahkan, bahwa pelayanannya harus ramah terhadap anak, sehingga Pemerintah dapat memastikan bahwa bukan hanya sektor pelayanan kesehatan yang dipastikan berhasil tetapi terhadap anak-anak juga dipastikan mendapat pelayanan yang ramah, terutama fasilitasnya.

“Puskesmas itu harus ramah, sehingga pemerintah dapat memastikan bahwa bukan hanya sektor pelayanan yang kita pastikan berhasil tetapi juga terhadap anak anak kita,” tutup orang nomor dua di Konawe ini. Saat mengikuti acara sosialisasi Puskesmas Ramah Anak di Aula Dinas PPPA Kamis, 28/3/2019.

Sekedar diketahui, dalam kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang terdiri dari, Dinas Kesehatan Kab Konawe, Bappeda, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Kesra Setda, Puskesmas Unaaha, Wawotobi, Anggaberi, Konawe, Tongauna, Uepai, Lambuya, Pondidaha, dan Wonggeduku Barat.


Reporter : Januddin

Editor : Randa

Publizer : Iksan