KPU Sultra Sosialisasi di Daerah Rawan Konflik

oleh
Ketgam : Sosialisasi KPU Sultra di Daerah Rawan Konflik di Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Balai Kecamatan.
Ketgam : Sosialisasi KPU Sultra di Daerah Rawan Konflik di Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Balai Kecamatan.

KALOSARA NEWS : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih di daerah rawan konflik yakni di Kelurahan Gunung Jati, Kecamatan Kendari, Kota Kendari.

Dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang diikuti sekitar 200 warga di daerah rawan terjadinya konflik tersebut, KPU Sultra menggandeng Lembaga Pemantau Pemilu SultraDemo yang merupakan satu-satunya pemantau lokal yang mendapat sertifikasi dari Bawaslu RI.  

Ketua Presidium Pemantau Pemilu SultraDemo Arafat, mengatakan dari 65 kelurahan di Kota Kendari, Kelurahan Gunung Jati menjadi daerah yang dinilai rawan terjadi konflik yang kadang dipicu hanya persoalan sepele.

“Sebagaimana yang kita ketahi beberapa tahun sebelumnya, terkadang pemicu konflik hanya persoalan sepele, yang melibatkan kelompok antar lorong, dan juga kadang dengan kelurahan tetangga,” katanya belum lama ini.

Dalam catatan jejak konflik yang terjadi kurun waktu 2012-2014 yang diolah dari berbagai sumber, di Kelurahan Gunung Jati pada 2012 terjadi empat kali tepatnya 22 Oktober, 11 November, 16 November dan 19 Desember. Pada 2013 empat kali yakni 26 Maret, 8 April, Mei, 22 Desember, kemudian pada 2014 dua kali yakni pada Januari dan 16 Agustus.

Sementara itu, Komisioner KPU Sultra Iwan Rompo, mengajak masyarakat untuk turut serta menjadi bagian dari kesuksesan pemilu dengan cara menggunakan hak suaranya pada pemilu 17 April 2019.

“Karena itu sebagai penyelenggara, KPU mengajak kita semua untuk menghadiri, dan memberikan suaranya ada 17April mendatang. Kita melihat Pemilu ini sebagai konteks prestasi, siapa yang memberikan ide terbaik, maka itulah yang menjadi pertimbangan pemilih,” katanya.

Dikatakan, Pemilu dilaksanakan secara reguler setiap 5 tahun, melalui pemilu itulah maka rakyat secara terbuka, dapat menyatakan kesukaan atau ketidaksukaan terhadap orang-orang yang ingin berkuasa.

“Diwaktu yang singkat ini, kami himbau kepada masyarakat, silahkan ke TPS, gunakan hak pilih anda, kemudian parameter dalam menentukan pilihan karena visi-misi yang bersangkutan,” katanya.

Sementara itu, pemateri betikutnya, Zainal Abidin yang merupakan presidium SultraDemo memberikan sosialisasi terkait Hari dan Tanggal Pemungutan Suara,

Jenis dan Warna Surat Suara, pengenalan Peserta Pemilu Tahun 2019 serta Tata Cara Pindah Memilih.

Dr Haslita yang menjadi salah satu pemateri dalam kesempatan menekankan terkait Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) pada Pemilu 2019 yang telah dirilis Bawaslu bahwa ada empat hal yang perlu diwaspadai dalam Pemilu 2019 yakni keamanan, netralitas PNS, ujaran kebencian atau SARA, dan politik uang.

Tanya jawab dan dialog menjadi pelengkap dari kegiatan itu, sehingga peserta mendapat kesempatan untuk bertanya memperjelas terkait hal-hal yang sifatnya tehnis pada saat pencoblosan, dan setiap penanya diberi souvenir dari panitia.


Reporter : Afdal

Editor     : Randa

Publizer  : Iksan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart