,

PT Sriwijaya Raya dan PT Mughni Energi Bumi Dipolisikan

oleh
Ketgam : Koordinator Presidium Forsemesta Muhamad Ikram Pelesa saat menyerahkan laporannya ke Mabes Polri yang diterima AKBP Drs. Soni Setiawan Kasubag Binfung Bag Renmin Divhumas Mabes Polri/foto : Ikram
Ketgam : Koordinator Presidium Forsemesta Muhamad Ikram Pelesa saat menyerahkan laporannya ke Mabes Polri yang diterima AKBP Drs. Soni Setiawan Kasubag Binfung Bag Renmin Divhumas Mabes Polri/foto : Ikram
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

KALOSARA NEWS :  Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (FORSEMESTA) Sulawesi Tenggara resmi melaporkan Perusahaan Tambang PT Sriwijaya Raya dan PT Mughni Energi Bumi ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri)

Koordinator Presidium Forsemesta Muhamad Ikram Pelesa mengatakan bahwa pelaporan PT Sriwijaya Raya dan PT Mughni Energi Bumi ke Mabes Polri karena dua perusahaan tersebut diduga masih menjalankan aktivitasnya pasca surat pemberhentian dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Pelaporan tersebut karena hasil penelusuran kami ternyata perusahaan ini masih beraktivitas. Padahal telah diberhentikan oleh Dinas ESDM Sultra, tiga kali lagi Double surat penghentiannya,” ungkapnya melalui relis (29/3/2019) yang diterima wartawana kalosara news.

Menurut Ikram kedua perusahaan dimaksud tidak lagi mempunyai hak untuk melakukan aktivitas penambangan, sebab lahan yang dikuasainya adalah milik PT Antam Tbk sebagai mana dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 225 K/TUN/2014.

“Jadi perusahaan tersebut tidak lagi mempunyai hak untuk melakukan aktivitas penambangan sebab lahan yang dikuasainya adalah milik PT. Antam Tbk, sejak 17 April 2014 sampai saat ini aktivitas yang dilakukan PT. Sriwijaya Raya dan PT. Mughni Energi Bumi adalah ilegal dan harus dipertanggung jawabkan secara hukum atas pelanggaran hukum dan kerugian Negara yang ditimbulkan,” terangnya.

Sementara itu AKBP Drs. Soni Setiawan Kasubag Binfung Bag Renmin Divhumas Mabes Polri mengatakan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat klarifikasi kepada kedua perusahaan dan beberapa intansi terkait serta berkoordinasi ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terkait penyelidikan dugaan ilegal mining perusahaan pertambangan tersebut.

“Kami akan segera melayangkan surat klarifikasi kepada Perusahaan tersebut dan instansi terkait. Selebihnya kami juga minta kepada rekan-rekan mahasiswa dari forsemesta sultra untuk bersedia membantu kami dalam menangani persoalan ini,” terangnya.


Reporter : Afdal

Editor     : Randa

Publizer : Iksan