Sultra Darurat Lokalisasi PSK

  •  
  •  
  •  

Oleh: Hasrianti

(Mahasiswi P. Kimia UHO)

 Sungguh miris potret perempuan saat ini dijadikan sebagai bahan perdagangan  demi memuaskan keinginan bejat manusia. Dunia yang penuh hingar bingar, kemewahan telah menutup mata untuk melihat dan memilih pekerjaan  baik atau buruk. Ditambah lagi kondisi ekonomi yang semakin melilit memaksa sebagian dari mereka untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Istilah PSK sudah tak asing lagi terdengar ditelinga kita, bahkan di beberapa negara istilah ini mengandung pengertian negatif,  yang berarti sesuatu yang tidak bermoral karena bertentangan dengan nilai-nilai kesusilaan dan agama yang berlaku dimasyarakat. Siapa sangka Sulawesi tenggara juga masuk dalam daftar lokalisasi PSK dengan jumlah yang cukup banyak, dan beredar dibeberapa daerah.

Lokalisasi PSK Sultra

Ditutupnya lokalisasi Dolly di Surabaya ternyata berdampak di daerah-daerah lainnya. Jumlah PSK di Sulawesi Tenggara (Sultra) kian bertambah. Ada 46 PSK eks Dolly yang hijrah ke Sultra.Sebanyak 22 orang beroperasi di Kota Kendari dan 24 orang memilih Kota Baubau. Angka tersebut bisa saja bertambah jika pemerintah daerah tidak mencari solusi dalam menangkal menjamurnya bisnis prostitusi di daerah tersebut

Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Kendari mencatat, ada sekira 40 Tempat Hiburan Malam (THM), panti pijat, dan tempat karaoke yang potensial menjadi tempat transaksi prostitusi. Sebanyak 79 hotel yang potensial digunakan sebagai tempat praktik PSK (www.jpnn.com 25/1).

Aliansi Perempuan (Alpen) Sultra, dalam memperingati hari perempuan sedunia mengungkapkan data jumlah pekerja seks komersial (PSK) di Kota Kendari saat ini sebanyak 933 orang.Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Umum Alpen Sultra, Hasmida Karim. Dari data tersebut, tambah Hasmida, lima persen di antaranya adalah anak di bawah umur, dan dua orang di antaranya telah positif terjangkit HIV.“Dengan kondisi ini, kami sangat prihatin. Data tersebut semakin memperparah kualitas hidup perempuan di Sultra,” ungkapnya. (www.detiksultra.com8/3/2019).

Sepintas rumah yang berdinding batu batako yang terletak di Mandati Kecamatan Wangi-wangi Selatan terlihat tak berpenghuni padahal kos-kosan tersebut dijadikan lokalisasi prostitusi yang belum lama beroperasi tanpa pengetahuan aparat keamanan Wakatobi. Selain itu aktivitasnya juga menjual alkohol dengan tarif yang lumayan besar (www.tegas.com 17/6).

Bisnis PSK berada pada lokalisasi  KM 12 berada di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Sebuah plang berukuran 40 x 60 cm dengan warna ngejreng, terpasang di sisi jalan. Tulisannya, Diva Karaoke. Orang-orang menyebut daerah itu sebagai KM 12, tepat di Kelurahan Sembilan Belas November Kecamatan Kolaka.Mereka yang biasa melintas di daerah itu, pasti tahu bahwa kafe tersebut adalah sebuah tempat bernyanyi yang menyediakan minuman beralkohol, perempuan, dan jasa selimut tidur (www.pojoksatu.id.com 20/5).

Sedangkan penderita HIV/AIDS di Kolaka kian meningkat setiap tahunnya. Dibanding tahun 2016, jumlah penderita HIV/AIDS di tahun 2017 meningkat 270 persen.Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kolaka, Harun Masirri, saat ditemui di ruang kerjanya  (9/4/2018).

Hasil pendataan Lembaga Advokasi HIV/AIDS (LAHA) ada 242 PSK yang beroperasi di Kota Kendari. Mereka berusia 15-48 tahun dengan tarif Rp 100 ribu hingga Rp 7 juta. Berbagai cara yang dilakukan untuk mendapatkan pelanggan baik melalui transaksi langsung di THM, maupun menggunakan media sosial dan muncikari.

Setidaknya ada  beberapa faktor yang menyebabkan banyak perempuan memilih menjadi PSK di Kota Kendari. Pertama, dari segi internal individual  yang mencakup keroposnya keimanan, kurangnya pengetahuan mengenai bahaya pekerjaan tersebut, terbawa arus pergaulan bebas, trauma yang berkepanjangan di masa lalu, gaya hidup berlebihan dan faktor ekonomi.

Sedangkan dari segi eksternal meliputi beralihnya fungsisumber daya manusia dari daerah asal para PSK berpindah ke daerah lain, lingkungan masyarakat yang kurang perduli, kurangnya perhatian orang tua, kekerasan dalam rumah tangga, maraknya mafia penjual perdangan perempuan, dan kemudahan akses media online maupun media cetak berbau seks.

Di sisi lain keberadaan keluarga sebagai tonggak dasar untuk mengajarkan nilai-nilai norma dan memberikan ilmu agama menjadi keropos, mengakibatkan gambaran keluarga ideal kian memudar.Kapitalisme yang menciptakankemiskinan dan kesulitan hidup telah mengantarkan pada pelalaian tugas dan fungsi keluarga.

Masyarakat yang cenderung acuh tak acuh tak lagi menjadi kontrol  bagi lingkungan sekitar. Banyak pemukiman-pemukiman yang sangat jelas terdapat lokalisasi tapi dibiarkan begitu saja. Selain itumedia sosial  semakin mudah diakses untuk membuka tontonan tak senonoh. Bukan hanya  ditonton oleh orang dewasa, tapi yang paling berbahaya tontonan ini dapat diakses oleh anak-anak. Kondisi ini semakin menyebabkan lokalisasi semakin mudah untuk mereka lakukan.

Kian malang negeri ini tak adasatupun hukum yang dapat menjerat para pelaku kejahatan dengan jera.Hukum yang diterapkan tak mampu menumpas secara total aksi kejahatan yang terjadi dimasyarakat.

Kapitelisme Sebagai Akar Masalah

Tak dapat dipungkirikehidupan sekuler kapitalistik telah membawa petaka di segala bidang, tak terkecuali bagi perempuan.  Ideologi yang menjauhkan agama dari kehidupan ini telah sukses mengantarkan kaum perempuan di ambang kehancuran.

Saat ini, perempuan diperlakukan dan dipandang sebagai komoditas dan “mesin pencetak” uang. Oleh karena itu, tidak heran kini banyak menjamur lokalisasi. Tabiatnya sistem ini memelihara kondisi lingkungan materialistik dan konsumtif agar manusia tetap bertahan.

Kapitalisme mengeksploitasi waktu, tenaga, pikiran, dan tubuh perempuan menjadi uang. Di balik manisnya propaganda para kapitalis ternyata ada dampak bagi para perempuan termasuk mendorong mereka untuk  melanggar hukum agama, hingga (PSK) pun menjadi pilihan untuk menghasilkan rupiah baik dipaksa maupun sukarela.

Islam Memuliakan Kaum Perempuan

Islam sebagai agama yang sempurna memiliki seperangkat aturan yang khas untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia tak terkecuali bagi kaum perempuan.Rasulullah SAW mengingatkan dengan sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita. Di antaranya:

 اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

 “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

Setelah sebelumnya orang-orang jahiliyah memandang wanita sebagai musibah. Namun Islam datang dengan memuliakan wanita dan memberikan keistimewaan tersendiri.Wanita ibarat tiang sebuahnegara, apabila hancur wanita maka hancur pula negara tersebut.

Islam sangat mengharamkan hubungan diluar pernikahan, karena perbuatan tersebut termasuk zina yang besar, dan pelakunya dikenakan sanksi yang berat.

Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut,

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama Allâh , jika kalian beriman kepada Allâh dan hari akhirat. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman [An-Nur/24:1–2]

Ayat  tersebut menjelaskan tentang  pezina yang belum pernah menikah dan melakukan zina. Maka hukumannya yaitu didera (dipukul/dicambuk) sebanyak 100 kali. Adapun untuk orang yang sudah menikah maka hukumannya dirajam.

Didikan Islam wajib diberikan sejak dini  guna memahamkan aqidah yang kokoh, dan mewajibkan bagi perempuan untuk menutup aurat secara syar’i. Keluarga menjadi tameng melahirkan generasi yang berkualitas.

Kontrol masyarakat tetap terjaga tidak boleh ada yang acuh terhadap sesama. Negara wajib memenuhi kebutuhan umat termasuk persoalan ekonomi, dan menerapkan aturan yang kuat terhadap para pezina maupun orang-orang yang berniat melakukan lokalisasi.

Begitulah indahnya Islam menciptakan keimananmulai dari individu, masyarakat, hingga Negara. Akan tetapi semua hukum Islam hanya akan terlaksana dalam daulah Islamiyah. Sehingga wajib bagi kita kaum muslimin untuk menerapkannya. Wallahu’alam bishowab.-


Editor : Armin | Publizher : Iksan


 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat