Derita Siswa SDN 3 Lasolo Kepulauan,  Dibawa Operasi Jetty PT Daka 

  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Faktor lingkungan di wilayah sekolah sangat mempengaruhi kenyamanan dan ketertiban siswa – siswi dalam belajar, namun kali ini sangat berbeda dengan nasib yang dialami siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara.

Mereka tidak hanya terganggu proses belajar mereka dengan kehadiran Perusahaan tambang yang sedang beroperasi di wilayah sekolah, namun juga terancam ketika longsor terjadi, karena Jetty milik PT Daka Group berada pada belakang sekolah tersebut.

Selain itu, aktivitas bersih – bersih debu yang mengotori ruang belajar terus mereka lakukan setiap aktivitas penambangan berlangsung.

Sehingga dengan hal itu, Koordinator Presidium Forsemesta Sultra, Muhamad Ikram Pelesa meminta kepada KPK RI yang saat ini sedang berada di Sultra, untuk berkunjung ke lokasi penambangan PT. Daka Group guna memastikan kelengkapan dokumen atas aktivitas yang diduga telah menyalahi aturan.

“Cuitan kami kemarin direspon oleh pak Laode Syarif, saya kira ini perhatian yang cukup serius atas proses pertambangan yang dilakukan oleh PT. Daka Group. Untuk itu, kami meminta KPK RI yang kebetulan sedang berada di Sultra untuk berkunjung ke lokasi penambangan perusahaan tersebut, memastikan kelengkapan dokumen atas aktivitas yang kami duga menyalahi aturan,” ujar pria yang akrab disapa Ikram ini, Rabu (24/4).

Selain itu, Ikram juga meminta kepada KPK RI untuk lebih teliti menelaah legalitas izin perusahaan tambang yang beroperasi di Konawe Utara dan Konawe Selatan. Sebab, menurutnya didua daerah tersebut, diduga masif terjadi penambangan didalam kawasan hutan tanpa mengantongi IPPKH.

“Kami duga terjadi aktivitas penambangan masif di dalam kawasan hutan tanpa mengantongi IPPKH,” ucapnya.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun, Ikram menduga PT. Daka Group tidak mempunyai izin pelabuhan khusus. Menurutnya, tidak mungkin diberikan karena lokasi tepat berada di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan demonstrasi di gedung Mabes Polri, KPK RI dan Dirjen Hubla Kemenhub RI guna melaporkan dugaan aktivitas ilegal PT. Daka Group.

“Awal pekan depan, kami akan laporlan dugaan pelanggaran PT. Daka ini ke KPK RI, Mabes Polri, dan Kemenhub RI guna,” tegas Ikram.


Reporter : Afdal | Editor : Randa | Publizher : Iksan


Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co