Di Balik Kelamnya Potret Generasi

  •  
  •  
  •  

Oleh: Dewi Puspita, S.Si

(Pemerhati Remaja)

Belasan anak di bawah umur asal Kampung Cipeuteuy, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, mengalami ketagihan seks tak lazim. Mereka melakukan adegan syur layaknya penyuka sesama jenis setelah menonton video porno (m.viva.co.id, 14/04/2019).

Telah viral kasus pemerkosaan di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kedua pelaku itu masih di bawah umur, yakni MMH (18) dan MWS (13), warga Randumerak. Sedangkan korban adalah siswi SMA berinisal AZ (18). hasrat mereka terpacu setelah melihat video porno yang didownload dan disimpan di handphone (Surya.co.id, 16/04/2019).

Berdasarkan survey Synovate Research tentang perilaku seksual remaja (15-24 tahun) di Kota Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan hasilnya 44% responden mengaku sudah punya pengalaman seks pada umur 16-18 tahun, serta 16% sudah mempunyai pengalaman seks pada umur 13-15 tahun, selain itu 40% tempat yang menjadi favoritnya adalah di rumah, 26% dilakukan di rumah kos, dan 26% dilakukan di hotel (Balitbang Hukum dan HAM , 2016).

Sederet berita serupa banyak kita jumpai di Negeri ini. Ada apa sebenarnya yang menimpa generasi bangsa ini? Betapa fakta ini sangat memilukan.

Liberalisasi Akar Permasalahan Generasi

Berbagai problematika generasi ini tak lepas dari pengaruh Liberalisme. Paham ini telah menjadikan generasi muda bebas untuk berekspresi tanpa rambu-rambu agama dan norma. Maka tak heran dengan bebas mengambil gambar  mengirim gambar serta menyebarkan konten  porno dengan mudahnya lewat dunia digital.

Hegemoni sistem kapitalis di negara ini telah memihak pada para kapitalis (pemilik modal)   baik pemilik  stasiun televisi, pendiri jejaring sosial media,  atau pengembang aplikasi dunia digital mencari keuntungan  lewat bisnisnya tanpa peduli dampaknya bagi kerusakan generasi. Konten pornografi  dengan mudahnya diakses. Hal ini menjadi pendorong berbagai  tindak kejahatan seksual.

Sebagai contoh di televisi,  tontonan yang paling banyak diminati yaitu yang mempertontonkan budaya pacaran dan gaul bebas. Juga yang banyak mengumbar aurat. Selain itu dunia digital disuguhi tayangan vulgar juga cerita komik web yang sama sekali tidak mendidik dan cenderung berbau ke arah pornografi. Hal ini dilihat sebagai pasar yang menguntungkan  bagi para kapitalisasi untuk terus memproduksi  konten tersebut. Tanpa mempertimbangkan akan bahayanya bagi generasi.

Meski berbagai solusi  telah diupayakan  namun kondisi generasi  muda kini justru bertambah  parah. Hal ini dikarenakan  solusi yang diberikan bernafaskan sekularisme atau pemisahan agama dari kehidupan. Potret buram generasi masa kini dipandang  hanya dari sisi moral. Bukan sebagai akibat diabaikannya aturan Sang Pencipta.

Islam Solusi Tuntas

Islam memandang generasi muda sebagai pilar keberlanjutan sebuah peradaban. Jika generasinya bobrok maka tunggulah kehancuran peradabannya. Sebagaimana hancurnya peradaban terdahulu saat generasinya disibukkan dengan  syahwat.

Islam pernah berada dalam puncak kejayaannya saat aturan Sang Pencipta menjadi satu-satunya aturan yang diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat  dan negara. Sebagai ajaran yang paripurna, Islam mengatur Interaksi  antara  laki-laki dan perempuan baik mahrom atau bukan. Tidak bolehnya berduaan antara yang bukan mahrom. Serta jelas keharaman menonton konten  porno dan akan ada sanksi yang diberikan. Negara berkewajiban menjaga generasinya dari hal-hal yang merusak. Segala konten berbau pornografi harus disingkirkan dari kehidupan  generasinya.

Bercermin  dari keberhasilan islam menjaga generasinya. Produknya terlihat jelas  memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Generasi yang terbentuk adalah para ilmuwan sekaligus ulama.  Merekalah Jabir Bin Hayan, ilmuan yang menjadikan eksperimen dan penelitian sebagai dasar  dalam ilmu kimia sebagaimankaryanya  dalam kitab At-Tajrid  yang disebarkan oleh Holmert dengan judul Karangan-Karangan Ilmu Kimia Oleh Hakim Jabir Bin Hayyan, Paris 1928 M. Ar Razi, ilmuan kimia yang belajar pada kitab Jabir dan menyusun kitab Sirrul Asrar yang meliputi pengetahuan dasar dalam obat-obatan, alat-alat dan pengetahuan eksperimen. Donal R.Hil dalam karyanya Sicience and Architecture in Islamic Civilization  menuturkan bahwa di masagemilang ini  berbagai zat-zat kimia telah ditemukan bahkan kita temui banyak istilah yang diserap dari bahasa arab seperti al quluyad yang dimasukkan dalam bahasa eropa menjadi alkali .

Seorang ilmuan besar Al khawarizmi berhasil meletakkan dasar dalam bidang ilmu aljabar hingga dunia mengenalnya sebagai  bapak aljabar dan ilmu itu diabadiakan dengan namanya . Kitab Al Jabar wal Muqobalah karyanya  menunjukkan bahwa kaum musimlah generasi pertama yang menggunakan  aljabar dalam arsitektur. Karya tersebut  menjadi buku induk dalam mempelajari persamaan dan uraiannya telah diterjemahkan dalam  bahasa latin dan inggris  menjadi rujukan dasar  di bidang matematika di universitas  Eropa.

Masih banyak lagi ilmuan di bidang lain seperti Ibnu Sina bapak kedokteran modern, Ibnu Al Haitam bapak optik penemu kamera,  Abu Alqosim Az Zahrawi penemualat-alat bedah, Abas Ibnu firnas penemu konsep pesawat terbang pertama di dunia, Al Jazari penemu jam astronomi dan pencipta robot pertama kali, Muhammad Al Idrisi ahli geografi pembuat globe  dan masih banyak lagi ilmuan lainnya. Dr. Raghib, pengraih penghargaan Mubarak di Mesir, bidang Dirasah  Al Islamiah dengan karyanya Sumbangan Perdaban Islam Pada Dunia menerangkan bahwa karakteristik peradaban islam yang istimewa sama sekali tidak ada tandingannya dengan seluruh peradaban lain di dunia, ketika wajah dunia mulai dihiasi kerusakan karena neraca pemahaman dan keyakinan telah terbalik, maka peradaban islamlah sebagi solusinya. Wallahu a’lam bisshowab.


Editor : Randa | Publizher : Iksan


Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co