,

Zakat Fitrah Konawe Rp 32 Ribu atau 3,5 Liter Beras

oleh
zakat-fitrah (Istimewa)
zakat-fitrah (Istimewa)

KALOSARA NEWS :  Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya menetapkan zakat fitrah pada ramadhan 1440 hijriyah 2019 Masehi. Penetapan besaran zakat tersebut berdasarkan hasil rapat pada 2 Mei 2019 yang lalu.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Konawe Sukri Nur saat ditemui  menuturkan, besaran zakat fitrah tersebut ditetapkan berdasarkan musyawarah yang dipimpin wakil bupati Gusli Topan Sabara.

Dalam rapat itu, lanjut Sukri diminta saran dan pendapat dari Kementerian Agama (Kemenag), pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama setempat terkait jumlah zakat yang akan dibayar per orang.

“Hasil rapat tersebut telah ditetapkan ke dalam SK Bupati Konawe nomor 329 tahun 2019 tentang penetapan zakat fitrah 1440 h/ 2019 m. Akan disosialisasikan kepada seluruh wilayah di Konawe melalui penjabat pemerintah setempat secara berjenjang yakni camat dan lurah/desa,” ungkap Sukri Nur.

Sukri Nur mengatakan, zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap umat islam pada bulan ramadhan. Sehingga pemerintah berkewajiban mengatur pengumpulan dan pendistribusiannya agar dapat berjalan sesuai dengan ketentuannya.

“Bisa juga dibayarkan menggunakan bahan pangan seperti beras bagi yang berkelebihan kebutuhan pokok. Jadi untuk masyarakat yang menggunakan bahan makanan pokok seperti beras dapat disetarakan sebanyak 3,5 liter per orang. Hal itu sudah dirata-ratakan secara kumulatif  dari berbagai tingkatan harga beras di sejumlah pasar di Konawe,”kata Sukri Nur

Terkait dengan amil zakat atau pengelolah dalam SK tersebut, lanjut Sukri juga sudah diatur bahwa yang diangkat sebagai amil zakat adalah imam masjid, imam desa/ kelurahan dan tokoh masyarakat yang paham tentang agama islam dan diangkat oleh camat dan usulkan oleh desa/ lurah masing-masing. Kemudian diidentifikasi oleh kantor urusan agama (KUA) setempat.

“Sementara untuk pembagiannya diatur yakni fakir, miskin, mualaf dan lainnya sebesar 80 persen. Sedangkan untuk amilin sebesar 20 persen. Kemudian, untuk penyalurannya, kata dia, para penerima zakat fitra sudah menerima paling lambat malam takbiran atau malam 1 syawal yang dilaksanakan oleh amil zakat,” tambahnya.

Sehingga dengan itu, pihaknya mengimbau kepada KUA, camat, lurah dan desa supaya dapat mengevaluasi dan mengawasi agar pelaksanaanya mulai dari pengumpulan sampai pada penyalurannya dapat berjalan sesuai dengan ketentuannya

Terhadap para amil, tambah Sukri supaya dapat mencatat hasil pengumpulan dan penyaluran zakat dari seluruh wajib zakat untuk dituangkan ke dalam buku zakat yang telah disediakan oleh pengurus baziz . Untuk bahan laporan kepada bupati konawe.

“Serta mencatat dengan benar-benar warga yang berhak menerima pembagian zakat tersebut. Supaya zakat yang dikumpulkan dapat tersalur tepat sasaran dan termanfaatkan dengan sebaik mungkin,” tutup Sukri Nur.


Reporter : Januddin | Editor : Randa | Publizer : Iksan


 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart