,

Soal Dana Comdev PT WIN , Camat Laeya : Kami Sebatas Fasilitator

Habismar Camat Laeya
Habismar Camat Laeya
  •  
  •  
  •  

“Kalau proposal yang diajukan masyarakat itu  terkait  program fisik yang nyata, kita dari pemerintah kecamatan akan siapa membantu dan  menyampaikan ke pihak PT WIN  untuk mengalokasikan permohonan itu,” terangnya


KALOSARA NEWS : Pemerintah Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) diduga mengambilan alih, pengelolaan dana comdev (community development) dari  perusaahan pertambangan PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) untuk pemerintah desa diwilayah IUP tersebut.

Menanggapi hal itu, Habismar Camat Laeya membantanya, pihaknya sama sekali tidak mengetahui hingga sampai pada besaran dananya.

“Saya selaku pemerintah kecamatan dalam hal ini, terkait  isu  yang beredar bahwa pihak kecamatan mengambil alih pengelolaan dana comdev di 3 desa yaitu, Torobulu, Wonua Kongga dan Desa Labokeo itu sama sekali tidak benar,” ungkap Habismar Jum’at (17/5/2019).

Dirinya menegaskan, sejauh ini  tugas  pemerintah kecamatan  hanya sebatas memfasilitasi setiap proses – proses  pengusulan  penggunaan dana comdev yang akan diajukan dari 3 Desa tersebut.

“Kalau proposal yang diajukan masyarakat itu  terkait  program fisik yang nyata kita dari pemerintah kecamatan akan siapa membantu dan  menyampaikan ke pihak PT WIN  untuk mengalokasikan  permohonan itu, yang sudah di ajukan  ke 3 desa ini,” terangnya

Sementara itu, terkait besaran dana comdev , Habismar mengaku  sama sekali tidak  mengetahui besaran dana tersebut .

“Sampai sekarang juga menyangkut dana comdev besaran uangnya dan bentuk uangnya juga saya belum pernah mengetahui atau melihatnya. Namun pada dasarnya pembagian dana tersebut yang akan dialokasikan di 3 desa itu pasti berbeda- beda karena  menyangkut  hasil produksi yang dilakukan oleh PT WIN. Serta Ada rumus pembagiannya, hanya saya juga tidak mengetahui berapa persen dalam metrik ton,” terangnya.

Mantan pegawai Dinas Perikanan Konsel itu menjelaskan, penggunaan danacomdev berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 yang berbunyi dana comdev hanya diperuntukan kepada pemberdayaan masyarakat  yang masuk di wilayah IUP perusahaan tambang.

“Karena kalau kita mau merujuk pada aturan dana comdev inikan diperuntukan untuk kegiatan – kegiatan yang berbaur fisik yang digunakan berdasarkan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat,”

Olehnya  itu, ia berharap terwujudnya pemerintahan yang  baik, bersih,  manipulasi dan KKN dapat  terlaksana dimasa tugas, karena menurutnya untuk menciptakan tersebut harus diawali dari yang kecil- kecil.

“Tugas saya sebagai pemerintah kecamatan hanya melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin, karena saya hanya membangun implementasi dan  aturan – aturan yang ada,” tutupnya.


Reporter : Afda | Editor : Randa Publizer : Iksan


 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co