HMI Kendari Ungkap Kebobrokan PT MLP dan Askon

Ilustrasi Tambang
Ilustrasi Tambang
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Kendari, kembali mengungkap atas aktivitas kebobrokan  illegal mining dan perambahan kawasan hutan yang   dilakukan oleh PT MLP dan PT ASKON yang sementara beroperasi  di Desa Morombo, Kecamatan Lasolo Kepualauan, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sekretaris Umum HMI Cabang Kendari Ilham Nur Baco saat mengelar presscon menjelaskan, sejak beroperasi pada tahun 2018 lalu, PT. Askon dan PT. MLP  telah melakukan illegal mining   tanpa mengantongi  izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).

Selain itu, lanjut Ilham, PT. Askon dan PT. MLP juga  selama beroperasi tidak  memiliki  dokumen Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) yang merupakan suatu kewajiban dokument perusahaan selama beroperasi.

“Dengan tindakan itu, PT. Askon dan PT.MLP terbukti telah melakukan kegiatan pertambangan yang melanggar hukum dan  tindak pidana kehutanan sebagaimana diatur dalam pasal 50 ayat (3) UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda 5 Milyar rupiah” ungkap Ilham

Mantan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Kendari itu juga mengatakan, dengan akal busuknya, PT MLP juga telah  membeli ore nikel dari PT. Askon yang merupakan hasil kejahatan dan melakukan pengapalan dengan menggunakan dokumen IUP PT. MLP seolah-olah ore nikel tersebut berasal dari wilayah IUP PT. MLP padahal ore nikel yang dibeli oleh PT. MLP dari PT. Askon adalah berasal dari wilayah IUP PT. Masempo Dalle atau dengan kata Iain PT. MLP telah dengan sengaja melakukan pemalsuan asal-asul barang (ore nikel) yang dijual tersebut dan terbukti bahwa 39 (tiga puluh sembilan) kapal ore nikel yang dijual/dikapalkan oleh PT. MLP tidak memiliki Surat Keterangan Verifikasi dari Dinas ESDM Sultra.

“Perbuatan PT. MLP dan PT. Askon yang leluasa melakukan kejahatan pertambangan dan kehutanan terjadi karena ada pembiaran khususnya dari Dinas ESDM Sultra, Dinas Kehutanan Sultra dan Kepolisian Daerah Sultra” tegasnya

Olehnya itu, Sekum HMI Kendari itu meminta agar  Mabes Polri dan KPK untuk turun melakukan operasi penindakan terhadap kejahatan yang dilakukan oleh PT. MLP dan PT. Askon dan mengusut keterlibatan aparat yang mendapatkan keuntungan dari kejahatan tersebut.

“Berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan dilapangan, maka kami  Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari dengan tegas menyatakan  akan Mendesak  Dinas ESDM Prov Sulawesi Tenggara agar menghentikan segala bentuk aktivitas Pertambangan PT Astima Konstruksi (ASKON) dan PT Makmur Lestari Primatama (MLP) yang berada di wilayah Izin PT Masempo Dalle,  Dinas Kehutanan Prov Sulawesi Tenggara untuk segera turun ke lokasi guna melakukan penindakan terhadap Aktivitas PT ASKON dan PT MLP yang beroprasi di Wilayah IUP PT Masempo Dalle Tampa Mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan Mendesak Kapolda Sultra melalui DITRESKRIMSUS untuk  melakukan penyelidikan serta penindakan terhadap aktivitas illegal Mining dan perambahan Kawasan Hutan yang diduga kuat dilakukan oleh PT MLP dan PT ASKON di Desa Morombo Kec Lasolo Kepualauan Kabupaten Konawe Utara”


Reporter : Afdal | Editor : Armin | Publizer : Iksan


 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co