,

Karena Kesal Musafir Habisi Rekan Kerjanya Ditambang

Ketgam : Laode Musafir saat melakukan Reka ulang di mapolres Konawe Selasa (28/5).
Ketgam : Laode Musafir saat melakukan Reka ulang di mapolres Konawe Selasa (28/5).
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS :  Kepolisian Daerah (Polres) Konawe melakukan rekonstruksi pembunuhan seorang pekerja tambang di Desa Morombo Pantai, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (28/5/2019).

Erwin (30) terpaksa meregang nyawa setelah di tebas oleh rekan kerjanya sendiri Laode Musafir (25) di belakang bascamp PT. KMM  pada Minggu (19/5/2019) lalu.

Kanit Reskrim Polres Konawe Bripka Josra Runi menjelaskan kejadian berdarah yang memakan korban jiwa itu terjadi diduga peristiwa itu dipicu karena pelaku tak ingin diperintah oleh korban.

“Jadi pada Minggu (19/5) tersangka sementara kerja di reparasi atau bagian sampel ore nikel. Kemudian tersangka disuruh turun ke pelabuhan Jety untuk mengambil sampel di Jety. Namun tersangka menolak karena alasan masih capek habis ambil kayu untuk penopang kabel di belakang bascamp,” ungkapnya.

Lanjut Josra kemudian tersangaka menurunkan kayu yang ia pikul lalu mendekati korban. Lalu korban menyuruhnya untuk turun di Jety. Kemudian tersangka menjawab (disini saja masih ada kerjaku) lalu korban menyahut (iya kalau sudah selesai turun di Jeti).

“Tersangka emosi dan marah kepada korban. Kemudian menghampiri korban dengan posisi tangangan kanan tersangka mengayunkan sebilah parang. Saat melihat tersangka mendekati dirinya (korban-red) langsung melarikan diri mengarah arah utara menuju PT Batam,” jelasnya

Saat melihat korban melarikan diri, tersangka langsung mengejar korban dengan tangan kanannya masih memegang sebilah parang. Sekitar 50 meter pengejaran korban terjatuh akibat terpeleset.

“Pada saat korban terjatuh, disitulah tersangka langsung menebas kepalanya sebanyak satu kali dan langsung mengayunkan parang mengarah tepat dibagian punggung sebelah kananan korban, sehingga mengakibatkan luka robek. Setelah itu berturut-turut dua kali di leher belakang sehingga menyebabkan luka robek yang hampir menyebabkan kepala korban putus,” paparnya.

Kemudian, tersangka memastikan korban sudah meninggal dunia, lalu ia meninggalkan tempat kejadian dan langsung balik ke bascamp.

“Setelah sampai di basekemp tersangka langsung menyimpan parangnya di dekat tangga naik basecam kemudian menyampaikan kalimat dengan mengatakan (pergi liat itu Erwin sudah mati) kemudian tersangka naik duduk di bangku depan kamarnya,” tutupnya.

Sementara itu, tersangka Laode Musafir yang ditemui dilokasi reka ulang menuturkan motif ia membunuh korban itu karena kesal di suruh turun ke Jety untuk mengambil sampel.

“Saat itu saya lagi ambil kayu untuk penyangga kabel di bascamp. Tapi saya tidak mau karena saya capek habis ambil kayu. Kemudian saya datang dekat korban dalam keadaan emosi dan bilang ke korban ini saja belum selesai kerjaanku. Dia (korban red) liat saya gemetar pegang parang dia langsung lari, setelah dia lari dan parang tetap di tangan kanan, lalu saya kejar dia (korban) sekitar 50 meter korban dia jatuh dan saya langsung tebas kepalanya, setelah itu saya dobol lagi lehernya sebanyak dua kali,” tutur korban.

Atas perbuatannya tersangka di jerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman 15 tahun penjara dan bisa disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman seumur hidup.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lasolo IPDA Reginal Yuniawan menceritakan, saat itu korban memerintahkan pelaku agar datang ke tempat kerja. Karena pelaku tak ingin diperintah hingga terjadi adu mulut antara korban dengan pelaku.

“Saat itu pelaku sedang memotong kayu, tiba tiba pelaku mengayunkan parang arah korban,” jelas Reginal Yuniawan, Minggu (19/5/).

Masih kata Perwira Polri dengan pangkat satu balok dipundak itu, korban pun kaget dan melarikan diri. Namun korban terjatuh lalu pelaku mengayunkan parang ke arah korban tepat mengenai leher belakang yang menyebab korban meregang nyawa.

Korban langsung dibawa di Rumah Sakit Kabupaten Konawe Utara, kemudian korban dirujuk di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari

Atas permintaan keluarga, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk menjalani visum et repertum. Sementara pelaku berhasil diringkus oleh polisi dan langsung digiring ke Polsek Lasosolo.

“Kami sudah melakukan memeriksa terhadap dua orang saksi tak lain adalah rekan kerja keduanya,” bebernya.

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi serangan balasan dari keluarga korban, terduga pelaku diamankan di Kepolisian Resor (Polres) Konawe.


Reporter : Januddin | Editor : Randa | Publizer : Iksan


 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co