,

Puskesmas Wawotobi Diduga Terlantarkan Pasien

Ketgam : Kantor Puskesmas Wawotobi/foto : Ajis
Ketgam : Kantor Puskesmas Wawotobi/foto : Ajis
  •  
  •  
  •  

KALOSARA NEWS : Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung, olehnya setiap orang pasti mendambahkan pelayanan yang maksimal disetiap kantor pemerintahan apalagi pada jam kerja bagi para ASN.

Bedah halnya pelayanan di Puskesmas Wawotobi, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pusksmas tersebut diduga menelantarkan pasien yang hendak berobat.

Seperti halnya yang dialami oleh Ajis, dirinya hendak berobat di puskesmas dimaksud, namun waktu baru menunjukan pukul 10.50 WITA pegewai puskesmas sudah tidak menerimanya dengan alasan nomor antrian telah habis.

“Pada hari Kamis 14 Mei 2019 sekitar pukul 10.50 WITA saya tiba dipuskesmas Wawotobi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, namun ketika saya mendatangi loket pendaftaran salah satu oknum petugas puskesmas mengatakan bahwa nomor antrian pasien telah habis,” terang ajis dalam relesnya yang diterima redaksi kalosaranews.com

Dirinya tidak puas dengan penyampaian petugas, ia pun mengecek ruangan di puskesmas, saat menoleh diruangan dimaksud dirinya tidak melihat ada aktivitas pelayanan.

“Saya kemudian memeriksa kondisi ruang tunggu pasien namun saya tidak melihat adanya penumpukkan pasien. Kemudian saya menanyakan hal tersebut kepada petugas yang sebelumnya saya ketemui dan kali ini alasannya berubah bahwa tidak ada pelayanan karena dokter sudah pulang, “ terang Ajis.

Merasa ia dipermainkan oleh petugas puskesmas setempat, Alumni Mahasiswa Unilaki ini pun mempersoalkan pelayanan di puskesmas setempat.

“Saya kemudian mempersoalkan batas pelayanan pasien rawat jalan dipuskesmas yang seharusnya berakhir pukul 12.00 sesuai dengan aturan dan Undang-undang yang berlaku. Tiba-tiba seorang petugas/perawat di puskesmas bernama Hj. St. Nurjiah, SKM mengatakan bahwa aturan pelayanan hanya sampai pukul 11.00. lalu saya mengatakan kepada petugas tersebut bahwa saya datang sebelum pukul 11.00 dan kemudian saya mempertanyakan keabsahan aturan tersebut kepada yang beliau (Hj. St. Nurjiah, SKM – Red) apakah tertuang dalam Undang-Undang atau tertuang dalam PERDA (Perartuan Daerah) dan beliau menjawab bahwa aturan tersebut tertuang dalam PERDA. Saya lalu meminta beliau menunjukkan atau membacakan bunyi PERDA tersebut tetapi yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya malah yang bersanguktan mengusir saya agar meninggalkan puskesmas,” cerita Ajis.

 

Setelah beradu mulut dengan pelayan di puskesmas dan tidak diberikan pelayanan, Ajis pun memiliki inisiatif  untuk kordinasi sekaligus melaporkan pada kepala Dinas Kesehatan Konawe atas ulah bawahannya itu.

 

“di kantornya saya mempertanyakan terkait batas pelayanan pasien di puskesmas dan apakah memang ada PERDA yang mengatur bahwa batas pelayanan pasien hanya sampai pukul 11.00.

Berdasarkan informasinya, bahwa pelayanan di puskesmas dalam hal ini keberadaan dokter harusnya sesuai dengan jam pelayanan dikantor-kantor pemerintahan (PNS) lain pada umumnya yaitu pukul 12.00,” terangnya.

Bahkan lanjut Kader HMI ini, hasil konfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan Konawe, bahwa tidak ada PERDA yang mengatur bahwa batas pendaftaran/pelayanan pasien hanya sampai pada pukul 11.00.

Untuk itu, kata Ajis sebagai masyarakat menghimbau agar para petugas atau pelayan masyarakat agar menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional apalagi dibidang kesehatan, karena jika pasien terlambat mendapatkan penanganan kesehatan maka bisa berakibat fatal bagi pasien. Kami juga menghimbau kepada pemegang kebijakan dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Konawe agar selalu memperhatikan/mengawasi kinerja para petugas pelayanan masyarakat dengan selalu melakukan evaluasi kinerja para petugasnya karena apapun yang terjadi dilingkup pemerintahan kabupaten konawe adalah tanggung jawab pemegang kebijakan. (***)


Editor : Randa : Publizer : Iksan


 

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co