Liberalisasi Life Style Menghantui Generasi, Islam Solusi pasti

oleh
Hamsia
Hamsia

Oleh : Hamsia (Pemerhati Umat)


Seorang gamers online berinisial YS ditangkap oleh jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Perempuan berusia 26 tahun ini ditangkap setelah membobol bank sebesar Rp 1,85 miliar lewat sebuah games online, Mobil Legend.( sumber beritanya ples tanggalnya juga yach)

Awalnya, pihak Polda Metro Jaya mendapatkan laporan dari pihak bank yang mengaku mengalami pencurian lewat sebuah games online. Berdasarkan keterangan dari pihak bank, ada beberapa transaksi yang janggal dari sebuah akun games online Mobil Legend.

Mendapat laporan tersebut, polisi pun kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti-bukti. Akhirnya, tim menangkap YS di daerah Pontianak, Kalimantan Barat, pada Rabu, 1Mei.

Atas perbuatannya, YS dikenakan Pasal 362 KUHP dan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 ayat (1) Juncto Pasal 2 ayat (1) huruf p dan huruf z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Sebelumnya ada seorang suami yang tega menganiaya istrinya hingga tewas hanya karena gamers online.Apiyatu Syahdiah tewas di tangan suaminya, Dede Suryana (24). Wanita 23 tahun itu merenggang nyawa setelah beberapa hari berturut-turut mengalami siksaan.

Kapolsek Jatiuwung Kompol Eliantoro Jalmaf, Rabu (15/5/2019), ia menuturkan, pelaku tersinggung lantaran sedang asik main game di handphone, disuruh melakukan sesuatu terus oleh korban. “karena merasa terganggu, pelaku menggunakan helm memukul punggung korban, dan penganiayaan itu terus berlanjut hingga korban meninggal.

Malapetaka  Liberalisasi Life Style

Seyogianya, apa yang dilakukan YS dan AS merupakan salah satu bukti bahwa games online adalah malapetaka generasi bangsa. Ibarat candu mematikan yang terus menerus akan membuat ketagihan dan mempengaruhi rasa penasaran para penggila gamers online. Gamers online yang hadir di era digital saat ini telah menyihir generasi milineal menjadi penjahat kelas kakap dalam waktu sekejap. Hal ini pun telah dibuktikan dengan adanya lebih dari 40 juta gamers aktif di Indonesia. Angka yang sangat fantastik mengingat jumlah penduduk Indonesia sekitar 66,3 jutanya adalah remaja.

Game online bisa berdampak buruk juga bagi kesehatan termaksud otak. Menurut dokter jiwa RSJ Soeharto Heerdjan, Isa Multazam Noor mengatakan, “kecanduan game nline bisa dikatakan sama bahayanya dengan kecanduan napza ( narkoba, psikotropika, dan zat adikatif). Bedanya kecanduan ini sifatnya silent atau non zat, dampaknya tak nampak secara fisik.”

Dilasir dari JawaPos.com – kecanduan berlebihan terhadap sesuatu memang berdampak kurang baik. Berbagai game misalnya. Bahaya kecanduan game memang dapat menimpa siapa saja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan bahwa kecanduan game merupakan penyakit serius yang harus ditangani.

Itulah yang terjadi saat ini para generasi telah tercandu game online, segala cara dilakukan agar bisa dapat membeli kuota guna dapat terua memainkan gamenya, walaupun dengan cara mencuri, perampok, dan lain sebagainya.

Biang Kerusakan Generasi

Ironis melihat kondisi remaja saat ini, bagaimana tidak, kita telah banyak disuguhkan berita mengkhawatirkan mengenai perilaku generasi yang menyimpang dan menjurus pada tindakan kriminal (kejahatan). Hal ini bukan menjadi kasus semata, tetapi sudah menjadi fenomena yang mewabah di negeri ini. Misalnya, kasus pornografi, seks bebas, dan pelacuran dibawah umur pun merebak. Ditambah lagi kasus aborsi dan penyalahgunaan narkoba yang meningkat pesat dikalangan remaja, ditambah penyakit life style, kecanduan game online yang sewaktu-waktu menjadi mangsa seekor macan bagi siapa pun yang membangunkan tidurnya.

Sejatinya, keadaan generasi saat ini tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Dengan mengatas namakan kebebasan berperilaku, mereka melakukan semua yang mereka inginkan tanpa menghiraukan apapun. Jelaslah para generasi saat ini telah terjerumus dalam jebakan yang disiapkan oleh kelompok liberal untuk merusak moral generasi bangsa.

Kelompok liberal sukses dalam mengendalikan generasi untuk berbuat sesuka hati dalam segala aspek kehidupan. Para remaja akhirnya meninggalkan semua yang mengatur mereka, termasuk Islam sebagai agamanya. Kelompok liberal dalammelancarkan starateginya tentunya mendapat dukungan dari sistem sekuler di negeri ini, baik berupa undang-undangnya ataupun fasilitas yang diberikan lewat media. Bahkan,penguasa pun terlena dengan bujuk rayu kaum liberal, yang telah nyata aksinya ingin merusak moral para generasi.

Penguasa lalai melindungi generasi dari berbagai life style barat yang mampu merusak generasi bangsa. Mereka seakan disihir untuk mengikuti seluruh gaya hidup yang dikehendaki oleh kaum liberal. Alhasil moral generasi bangsa semakin hari semakin rusak dan bobrok.

Islam Solusi nyata

Remaja sejatinya adalah sosok generasi penerus yang menjadi harapan untuk kebangkitkan negeri ini. Islam yang Allah SWT turunkan sebagai ideologi akan membuat seseorang termasuk remaja memiliki pemikiran dan pola sikap berdasarkan dengan aturan Allah SWT. Itu artinya Islam akan membentuk remaja menjadi sosok yang hanif sehingga mampu membawa kemaslahatan bersama.

Negara berkewajiban melindungi generasi, artinya mengantarkan mereka mampu mewujudkan tujuan penciptaannya, yakni menjadi hamba Allah yang mengisi hidupnya untuk beribadah kepada Allah (QS.51: 56). Menjadi generasi Khairu Ummah yang senantiasa mengajak manusia kepada cahaya Islam, dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar (QS.3: 110), dan menjadi pemimpin orang-orang bertakwa (QS.25: 74).

Negara pun akan melakukan pengaturan dan pengawasan media massa seperti koran, majalah, buku, tabloid, televisi, situs internet, termasuk juga sarana-sarana hiburan seperti film dan pertunjukan, berbagai media jaringan sosial seperti Facebook, Twitter, dan sebagainya. Tujuan pengawasan ini agar semua sarana itu tidak  menjadi wahana penyebarluasan dan pembentukan opini umum yang dapat merusak pola pikir dan pola sikap generasi muda Islam.

Dan untuk mewujudkan funsi negara yang ideal sebagai penanggung jawab dan pelindung, tidak bisa berharap kepada rezim yang sudah nyata kegagalannya, karena rezim ini menerapkan sistem demokrasi sekuler kapitalis yang tidak pro rakyat. Satu-satunya harapan tertambat pada sistem yang dijanjikan Allah SWT akan mensejahterakan kehidupan  di dunia dan menjamin keselamatan di akhirat kelak, yakni institusi Islamiyah (QS. An-Nuur :55).

Semoga Allah SWT memberikan hidayah bagi seluruh umat muslim termasuk remaja muslim untuk menerima Islam sebagai ideologinya dan memperjuangkannya agar Islam dapat tegak kembali. Wallahu a’lam bi ash-shawaab.  (***)


Penulis : Hamsia | Editor : Armin | Publizer : Iksan


 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart