Diskominfo Konsel Luncurkan Aplikasi Middleware

oleh
Ketgam : Peluncuran penggunaan Aplikasi Middleware Teroso, Crypto System Injector, Simpati Padakoe, dan Aplikasi HBO
Ketgam : Peluncuran penggunaan Aplikasi Middleware Teroso, Crypto System Injector, Simpati Padakoe, dan Aplikasi HBO

Reporter : Rj | Editor : Armin | Publizer : Iksan


KALOSARA NEWS : Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo – P) resmi meluncurkan penggunaan Aplikasi Middleware Teroso, Crypto System Injector, Simpati Padakoe, dan Aplikasi HBO, Kamis (4/7/2019).

Peluncuran 4 (empat) aplikasi sekaligus berbasis website ini di tandai dengan pengguntingan pita dan penekanan tombol sistem aplikasi oleh Staf Ahli Bupati, Syamsu, SP., M.Si di dampingi Kadiskominfo-P, Drs. Anas Mas’ud, M.Si bertempat di Lab Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Konsel.

Aplikasi ini merupakan terobosan baru Pemkab Konsel yang belum pernah di gunakan di Sultra, sebagai tonggak awal penggunaan dan pemanfaatan hasil inovasi/penggagas 4 orang reformer, sebagai salah satu peran nyata dan bagian dari pelaksanaan implementasi proyek perubahan dari laboratorium kepemimpinan peserta Diklatpim III Angkatan I Tahun 2019, pada Badan Pengembangan SDM Prov Sultra bekerjasama dengan Badan Kepegawaian SDM Konsel.

Ke- 4 reformer penggagas aplikasi tersebut, adalah, Kabid TIK Diskominfo Konsel, Hasran Parenda,STP.,MAP (Penggagas Aplikasi Middleware Teroso), Kabid Persandian Diskominfo, Muh Dirga Taufik, S.STP.,M.Si (Crypto System Injector), Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda, Amiruddin Amir, S.Ip.,MM (Simpati Padakoe), dan Kabid Anggaran BKAD Konsel, Puspa Eka Misnan, SE.,M.Si (penggagas Aplikasi Hibah Bansos Online).

Mewakili Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, ST., MM yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas penting lainnya, melalui Staf Ahlinya, Syamsu, menyampaikan, atas nama Pemda mengapresiasi dan mendukung hasil inovasi aplikasi tersebut untuk digunakan baik jangka menengah maupun jangka panjang dan akan di support melalui penyediaan infrastruktur pendukung dalam menghadapi laju perkembangan teknologi informasi menuju Indonesia 4,0 dan menuju Konsel Digital serta mendukung visi Pemda “Desa Maju Konsel Hebat”.

“Bupati, juga berharap kiranya melalui program inovasi ini dapat memotivasi calon reformer-reformer lain, untuk memberikan sumbangsih nyata terhadap daerah khususnya Kab Konsel,” tandas Syamsu.

Adapun fungsi aplikasi terhadap hasil inovasi perubahan para reformis peserta Diklatpim tersebut, diantaranya, Aplikasi Middleware Teroso (Terintegrasi dan Oven Source), hasil inovasi reformer atas nama, Hasran Parenda, adalah aplikasi yang berperan mengintegrasikan semua aplikasi Daerah, sehingga dapat menjaga konsistensi data yang menjadi sentral data elektronik Kab Konsel dan aplikasi ini yang pertama di Sultra.

Cryptosystem Injector, hasil inovasi reformer, Muh Dirga Taufik, adalah aplikasi yang berperan mengamankan dokumen Hardcopy dan Softcopy dengan menginjeksi Barcode yang berisi kode-kode terenkripsi, sehingga dokumen yang telah dicrypto tidak dapat dipalsukan serta dapat diverifikasi keasliannya.

Aplikasi Simpati Padakoe hasil inovasi reformer, Amiruddin Amir, adalah aplikasi sistem pusat data dan informasi perencanaan pembangunan Daerah Konsel, yang dapat diakses oleh berbagai pihak, baik  internal maupun pihak eksternal, yang membutuhkan data dan informasi perencanaan pembangunan.

Sedangkan, Aplikasi HBO (Hibah Bansos Online) hasil inovasi reformer, Puspa Eka Misnan, adalah suatu aplikasi yang memudahkan penatausahaan dana hibah dan bantuan sosial, mulai dari penganggaran, penyaluran, pelaporan serta pengawasannya, sehingga memudahkan masyarakat luas bisa mengakses dana hibah dan bantuan sosial, sekaligus bisa berpartisipasi dalam hal pengawasan dana hibah dan bantuan sosial di Kab Konsel.

Salah satu reformer peserta Diklatpim III, Kabid TIK Diskominfo Konsel, Hasran Parenda, saat ditemui mengatakan bahwa ke 4 aplikasi terobosan mereka, bertujuan untuk memudahkan kinerja OPD dan memudahkan masyarakat mengakses informasi yang sifatnya pelayanan publik.

Yang ketika dianggarkan oleh Pemda untuk menciptakan ke-4 aplikasi tersebut diperkirakan mengahabiskan dana +/- Rp1 Milyar, ungkapnya, namun, karena adanya proyek perubahahan Diklatpim III yang dikerjakan secara swadaya para reformer dan tim efektif dalam hal ini tenaga programer Diskominfo, sehingga biaya sebesar itu dapat terelakkan.

Hasran juga mengatakan bahwa, ke-4 aplikasi saat ini sudah bisa di akses, dan masih tergabung dalam satu Domain website, yakni,www.go.id.konaweselatankab. “Nanti setelah ujian baru kami lepas masternya dan pisahkan portal websitenya masing-masing, sekaligus bisa di download melalui Play Store, namun untuk pemamfaatanya secara sistem sudah bisa digunakan saat ini juga,” pungkasnya.(B)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •