Polres Konsel Tetapkan 7 Orang Tersangka Pengancaman Bom Ikan

oleh
Ketgam : Kasat Reskrim Polres Konsel, IPTU Fitrayadi
Ketgam : Kasat Reskrim Polres Konsel, IPTU Fitrayadi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Reporter : Afdal | Editor : Af | Publizer : Admin


KALOSARANEWS : Terkait penyataan Erwin Gayus kepada Polres Konawe Selatan dalam menangani kasus dugaan pengancaman Bom kepada dirinya dan rekannya  yang sangat lamban, serta diduga terkesan melakukan pembiaran terhadap para pelaku, akhirnya mendapat tanggapan serius oleh Kasat Reskrim Polres Konsel.

IPTU Fitrayadi saat ditemui awak media menjelaskan, bahwa penanganan kasus tersebut yang dilakukan pihaknya sudah di limpahkan di Kejaksaan Konsel, bahkan sudah di tetapkan 7 orang tersangka atas tindak pengancaman Bom yang dilakukan oleh Pemandu Kapal PT. Baula Petra Buana.

Pria dengan dua balok dipundaknya itu menguraikan, pada tanggal 24 Mei 2019, sekira pukul 16: 00 wita, ada   sekelompok masyarakat yang dipimpin oleh Erwin Gayus dengan  mengendarai perahu  datang untuk menghalangi tugboat yang sedang membawa tongkang  yang akan memuat ore nickel di  perusahaan PT. Baula Petra Buana.

Aksi menghalangi yang dilakukan Erwin bersama anggotanya, didasari  bahwa ketika tugboat yang membawa tongkang itu beroperasi akan mencemari air tempat budidaya rumput laut, sehingga mengakibatkan menurunnya hasil budidaya rumput laut.

“Jadi kelompok masyarakat ini dipimpin oleh Erwin Gayus, menurut keterangan para terlapor/tersangka, mereka (Erwin dkk, red) datang menggunakan topeng menghalangi kapal tugboat itu supaya tidak masuk jetty, mereka mau naik kapal tugboat tapi dari keamanan PT Baula yang berjumlah 10 orang berupaya menahan perahu milik  Erwin supaya tidak naik di kapal, seraya mengancam menggunakan kata dan gerakan ingin membuangkan bahan peledak kepada kelompok Erwin itu,” urai Fitrayadi

Karena takut dengan ancaman tersebut, kelompok masyarakat itu yang dipimpin oleh Erwin Gayus, kemudiam pergi meninggalkan tugboat dan melaporkan pengancaman itu di Mapolres Konsel.

“Karena merasa di ancam,  Erwin bersama anggotanya melaporkan 10 orang petugas keamanan PT.Baula Petra Buana  di Mapolres Konawe Selatan pada tanggal 24/Mei/2019,”

Menindak lanjuti  laporan tersebut,  Reskrim Polres Konsel lalu melakukan olah TKP di kawasan Muara Roraya Kecamatan Tinanggea pada tanggal 26 Mei 2019.

“Berdasarkan keterangan masyarakat yang kami temui, semua memberikan keterangan yang  sangat kooperatif, karena dari keterangan masyarakat yang masih  kooperatif itu,lalu kami melakukan pemeriksaan kepada 10 terlapor,”

Dari keterangan 10 terlapor kata Fitrayadi , 7 orang mengakui perbuatanya dan dilanjutkan dengan penyitaan barang bukti di rumah salah satu tersangka berdasarkan laporan Erwin.

“Untuk barang bukti yang diamankan berupa, Botol Aqua dan Botol Bir yang berisikan Beras dan Sumbu,”

Meski ditetapkan tersangka, sambung Fitrayadi, pihaknya tidak melakukan penahanan, sebab ke tujuh tersangka sangat kooperatif dalam menjalani seluruh rangkayan dan kebutuhan penindakan kasus.

Disamping itu, adanya jaminan dari Kepala Desa dan warga setempat yang diajukan melalui surat jaminan bahwa para tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan melarikan diri, dan akan kooperatif menjalani penyidikan, serta tidak akan mengulangi perbuatan.

“Dan memang itu dilakukan para tersangka, mereka demikian kooperatif, diagendakan jam dua pemeriksaan saksi mereka datang jam sepuluh, waktu pemeriksaan sampai jam 12 malam mereka malah bermalam di Polres, belum lagi mereka melakukan kewajiban melapor setiap Senin dan Kamis, itu wajib dan mereka lakukan,” katanya.

Sementara itu, pihak Polres Konsel juga dalam melakukan pengembangan kasus, terus memberikan laporan perkembangan kepada pelapor.

“Kalau tidak salah sudah tujuh kali kita berikan laporan perkembangan penyidikan melalui SP2HP kepada pelapor hingga kasus ini kami limpahkan kepada JPU,”

Menurut Fitrayadi, Kejaksaan saat ini sedang dalam mempelajari perkara tujuh berkas tersangka tindak pengancaman, pihaknya berharap berkas yang dilimpahkan segera ditindak lanjuti.

“Mudah-mudahan sudah lengkap dan dapat SP21, dan masalah ini segera usai, tidak berlarut- larut,” imbuhnya.(C)