,

Wabup Konawe Tekankan Hadirnya Inovasi Desa, Meningkat Penghasilan Petani

Ketgam : Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara didampingi Camat Uepai H. Jasman saat mengecek beberapa program inovasi desa
Ketgam : Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara didampingi Camat Uepai H. Jasman saat mengecek beberapa program inovasi desa
  •  
  •  
  •  

Reporter : Januddin | Editor : Armin | Publizer : Iksan


KALOSARA NEWS : Wakil Bupati Konawe resmi membuka Program Bursa Inovasi Desa (BID) yang di tandai dengan pemukulan gong sebanyak empat kali.  Kegiatan inovasi desa digelar di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) secara keseluruhan inovasi desa ini akan dilakukan di delapan titik di Kabupaten Konawe.

Kecamatan Uepai menjadi tuan rumah penyelengara bursa inovasi desa pertama diikuti empat tim inovasi yaitu tim inovasi Kecamatan Uepai, Kecamatan Lambuya, Kecamatan Puriala dan Kecamatan Onembute.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara mengatakan, agar desa yang hendak mereplikasi inovasi yang ada bisa memperhatikan potensi di masing-masing desa, Tentu agar maksud dari inovasi ini untuk melahirkan manfaat khususnya perekonomian di masyarakat dapat terwujud.

Ia mencontohkan di bidang pertanian yakni persawahan kalau panen mulanya dua ton harus di tingkatkan menjadi enam ton, ini baru namanya Inovasi adanya peningkatan pendapatan disuatu  wilayah desa, dan harus sejalan dengan potensi lokal yang ada sumber daya manusianya juga di butuhkan  ketersediaan untuk menjalankan inovasi tersebut.

 

Ketgam : foto bersama usai pembukaan bursa inovasi desa
Ketgam : foto bersama usai pembukaan bursa inovasi desa

“Inovasinya yang benar-benar kreatif, agar masyarakat dapat meningkatkan ekonominya yang  disesuaikan dengan potensi desa sehingga bisa mencapai visi misi pemerintah menuju kepada kemakmuran seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Gusli Topan Sabara dalam sambutannya belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Keni Yuga Permana menjelaskan  inovasi desa ini sarana untuk bertukar informasih dengan program yang sudah berhasil di desa lain untuk mereplikasikan kedesa-desa lain.

“Bursa inovasi ini menjadi sarana bertukar inovasi desa yang sudah berhasil dijalankan, kemudian direplikasi. Pemberdayaan ekonomi masyarakat jadi tujuan utama dari inovasi-inovasi yang akan dilakukan di desa,” jelas Keni

“Hal ini, Kita upayakan bahwa kegiatan di tahun 2020, kita tidak fokus lagi kegiatan infrastruktur, tetapi kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menjadi fokus utama hasil bursa inovasi yang sudah dimuat dalam kartu komitmen,” tambahnya. Kamis, 18/7/2019.

Keni menilai,  sejalan dengan pola penggunaan dana desa tahun 2020 mendatang yang sebagian besarnya akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat berbasis peningkatan ekonomi masyarakat, dan program Bursa inovasi desa ini diharapkan kepada seluruh desa untuk kegiatan 2020 dapat di masukan di dalam RKPDES dan APBDES.

Untuk diketahui, bursa inovasi ini menghadirkan 69 inovasi dari seluruh Indonesia yang dapat dipilih untuk dilakukan masing-masing desa. Inovasi ini dibagi dalam tiga bagian yakni Infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kewirausahaan.

Acara pembukaan Bursa Inovasi dihadiri langsung Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Konawe, Keniyuga Permana, Tim Ahli TTG Bidang Inovasi Desa DPMD Konawe, Irvan Umar, Camat, kepala desa dan tim inovasi empat kecamatan.

(C)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co