, ,

Syarifuddin Udu Bantah “Dalang”Batalnya Pembangunan Pasar Laino

Ketgam : Syarifuddin Udu
Ketgam : Syarifuddin Udu
  •  
  •  
  •  

Reporter : Rasid Suyoto | Editor : Armin | Publizer : Iksan


KALOSARA NEWS : Batalnya pinjaman yang diusul Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berbuntut pajang. Bupati Muna, L.M Rusman Emba masih mempersoalkannya karena sebelumnya Pemkab Muna sudah diberikan penjelasan mengenai hal itu.

Buntut dari itu, Syarifuddin Udu selaku Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri yang akan bertarung di Pilkada Muna 2020 disebut sebagai penyebab batalnya pembangunan pasar sentral laino dan air bersih di Kabupaten Muna.

Menanggapi hal itu, Syarifuddin Udu menapik tudingan itu karena tak beralasan. Namun dibalik itu ia menjelaskan bahwa untuk dana pembangunan pasar laino bisa bersumber dari beberapa jenis pendanaan bukan satu-satunya dari pinjaman.

Menurutnya, Pendanaan pembangunan pasar bisa bersumber dari DAU, Dana Bagi hasil maupun DAK kembali ke Daerah bersangkutan apa yang menjadi skala prioritas. Jadi jika pasar laino  dianggap prioritas dapat disisihkan dari DAU atau Dana bagi hasil tidak musti harus berharap pada pinjaman.

“Kalau pasar dianggap prioritas, ini dong yang harus didahulukan, bukan mendahulukan timbun laut ataupun kegiatan proyek lainnya,” beber Sayrifuddin pada media ini melalui via telepon, pada 22 Juli 2019.

Kalaupun dikaitkan dengan pinjaman  kata dia, pinjaman itu merupakan jalan terakhir daripada sumber pembangunan dan Saya tau persis sumber-sumber dana pembangunan, jadi jangan membangun opini publik seakan-akan gagalnya pembangunan pasar laino akibat dirinya.

“Janganlah masyarakat digiring seolah-olah pembangunan pasar laino saya yang harus disalahkan dan saya yakin masyarakat Muna itu sudah sangat cerdas melihat dan merasakan yang sebenarnya,”tutur pria berkacamata itu

Selaku Ditjen Bina Keuangan Daerah Ia juga sudah pernah menjelaskan bahwa ditolaknya pinjaman Pemkab Muna karena tidak memenuhi syarat.

“Saya rasa ini sesuatau yang tidak masuk akal bila dirinya dikait-kaitkan dengan gagalanya pembangunan pasar,”ujarnya

Terkait dirinya akan tampil di Pilkada Muna, Ia mengatakan bahwa dirinya merasa terpanggil dengan kondisi tanah kelahirannya yang jauh berkembang dibanding daerah lainnya.

“Saya mengatakan apa adanya, pembangunan di Muna itu tidak secepat daerah lain”,ujarnya “Oleh karena itu saya merasa terpanggil untuk ikut berkompetisi dipilkada 2020 Muna,” tutupnya (B)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co