, ,

Miras Menyebabkan Tingginya Angka Perceraian di Muna

oleh
Ketgam : Panitra Muda Gugatan, Waode Nurhaisa
Ketgam : Panitra Muda Gugatan, Waode Nurhaisa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Reporter : Rasid Suyoto | Editor : Armin | Publizer : Iksan


KALOSARA NEWS : Sejak tujuh bulan terakhir angka perceraian di Kabupaten Muna meningkat dari tahun 2018 per Desember yang hanya sebanyak 406 perkara. Terhitung 1 Januari hingga 31 Juli 2019 tercatat sudah mencapai sekitar 414 perkara diantaranya cerai gugat dan talak.

Dari banyaknya kasus perceraian yang terjadi didominasi perkara gugatan oleh istri akibat seringnya para suami mengonsumai Minuman Keras (Miras) yang berujung pada Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Termaksud faktor lainnya yang disebabkan persoalan ekonomi dan juga akibat penggunaan media sosial yang tidak bijak.

“Dari 414 kasus, sudah 314 kasus yang sudah mencapai gugatan namun untuk sekitar 100 perkara masih dalam proses,” ungkap Ketua Pengadilan Agama Raha, Drs. MUSTAFA, MH melalui Panitra Muda Gugatan, Waode Nurhaisa saat ditemui oleh media ini.

Selain itu Kata Dia, Perselisihan berbuntut pada pertengkaran yang tak kunjung usai juga menjadi perhatian Pengadian Agama (PA) Raha untuk dapat dilakukan mediasi terhadap pihak terkait.

“Kami disini bukan sebagai menceraikan namun hadirnya setiap perkara yang ada, kami terus mencoba mencarikan solusi terbaik bagi kedua bela pihak,”tuturnya.

Tak sedikit dari mereka yang kembali rujuk setelah pihak PA memberikan wajengan untuk mendamaikan kedua belah pihak. Namun lainnya lebih memilih bercerai daripada harus kembali rujuk.

“Perkara perceraian didominasi pasangan yang berumur 30 sampai 40 tahun dan kemungkinan besar masih akan bertambah,”ujarnya seraya berharap kepada masyarakat agar menghindari hal-hal yang menyebabkan terjadinya keretakan dalam rumah tangga.

“Yang terpenting adalah memahami hak dan kewajiban sebagai suami-istri dan sebaiknya menjalankan aturan agama agar menjadi obat kehidupan dalam berumah tangga ,”pungkasnya (B)