,

DPRD Konsel Ambil Titik Kordinat Dugaan Penyerobotan Oleh PT Merbau 

oleh
Ketgam : Suasana pengambilan titik kordinat melalui Global Positioning System (GPS)
Ketgam : Suasana pengambilan titik kordinat melalui Global Positioning System (GPS)

KALOSARA NEWS : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan mengunjungi PT Merbau terkait tindak lanjut rapat kunjungan kerja untuk mengumpulkan bukti penentuan titik koordinat melalui pengukuranGlobal Positioning System (GPS).  Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut DPRD Konsel hasil rapat di Balai Desa Laeya pada hari Rabu 31 Juli 2019  terkait dengan dugaan penyerobotan lahan warga oleh perusahan dimaksud.

Ketua Komisi I DPRD Konsel, Tasman Lamuse,SE mengatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung adanya investasi untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat tetapi menekankan agar lahan-lahan masyarakat yang bermasalah ini untuk diselesaikan dulu jangan langsung digusur.

“Saya minta kepada PT Merbau supaya bisa melihat mana lahan masyarakat yang belum diselesaikan supaya diselesaikan,” ungkap Tasman Lamuse. Senin 5 Agustus 2019.

Sedangkan perwakilan PT Merbau, Gusti menerangkan bahwa pihak perusahaan telah mengikuti semua ketentuan yang ada, sesuai dengan BAP dan titik koordinatnya.

“lahan yang dipermasalahkan itu titik ini (samping pos 2) lahan pak Dasrin,kami punya bukti bahwa sudah diganti rugi dalam bentuk plasma 5,7 Ha lengkap dengan foto, titik koordinat yang difoto saat itu kami tidak mengarang,” kata Gusti.

Gusti menambahkan,  pihak perusahaan mengikuti semaksimal mungkin rel-rel yang ada, “kami tidak melanggar tapi malah kejadiannya seperti ini, malah pak Mansyur tidak mengakui malah mengakui petanya terbalik padahal saat dipetakan waktu itu jelas,”tambahnya.

Sementara itu ditempat yang Lain Mansyur selaku pemilik lahan tidak mengakui pernah menjual lahan yang dipermasalahkan saat ini, dia mengakui pernah menjual lahan tapi lahan yang lain bukan yang digarap oleh perusahaan saat ini.

Hal senada juga disampaikan Dasrin, dirinya mengakui bahwa lahan miliknya telah digusur tepat luas lahan yang dimiliki 2 Ha yang telah tergusur 1 Ha yang didalamnya terdapat berbagai jenis tanaman hidup.

“Saya yang bagikan ini tanah keluarga pada saat terjadi transaksi penjualan Pa Mansyur mengukur kasih cat (tanda) keliling dengan lahan saya juga. Tapi begitu turun perusahaan ambil titik koordinat tidak dipanggil pa Mansyur, ditelfon saja disuruh kerumah pa Desa untuk terima uang tidak sama-sama tentukan titik koordinat, perusahaan saja yang simpan dimana itu titik koordinat,” tambah Dasrin salah seaorang pemilik lahan. (B)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Kalosara News | Be Your Smart