Desas Desus Pilkada di Muna, JAMAN Sultra Dorong Politik Humanis

Ketgam : Sahrul Ketua JAMAN Sultra
Ketgam : Sahrul Ketua JAMAN Sultra
  •  
  •  
  •  

Reporter : Rasid Suyoto | Editor : Armin | Publizer : Iksan


KALAOSARA NEWS : Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sulawesi Tenggara (Sultra) khusunya di Kabupaten Muna terus menyita perhatian publik.

Ketua JAMAN Sultra Sahrul memandang dari tujuh Kabupaten di Sultra, Muna memiliki daya tarik tersendiri dalam menjelang momen Pilkada. Pasalnya tiap menghadapi momen Pilkada eskalasi di Muna selalu memanas sehingga menyita perhatian publik.

Sahrul juga berpendapat bahwa Muna memiliki keunikan lain. Karena di Bumi Sowite tersebut jika bicara politik tidak memandang kelas.

“Hampir semua orang bicara politik, tapi mereka sebenarnya distimulasi oleh figur yang tidak didasari atas gagasan yang memiliki nilai-nilai intelektualitas,”kata Sahrul, pada Selasa, 20 Agustus 2019.

Menurutnya, Panasanya suhu politik di Muna itu diakibatkan adanya perang  isu yang muncul hingga menimbulkan polemik. Ia melihat jika saat ini lebih condong antar Bupati Muna Barat Rajiun Tumada dengan Sang Petahana, L.M Rusman Emba.

“Harusnya kedua figur ini dapat menetralisir susana politik bukan memperkeruh suasana,” ucapnya

Soal jargon “Amaimo Pada Ini” yang tertulis pada baleho L.M Rajiun Tumada kata Sahrul mestinya tidak boleh reaktif untuk merespon itu. Karena menurutnya jargon ini tidak memiliki gagasan yang kuat. Hanya sebatas lucu-lucuan saja.

“Soal itu tak perlu diresahkan, harusnya mereka lebih fokus bagaimana mendorong politik di Muna ini lebih humanis agar dapat menjelaskan kepada masyarakat bahwa lewat politik cara untuk memilih pemimpin yang layak buat Muna kedepan,”ujar Sahrul  .

Sehingga kursus soal politik yang terjadi terasa tidak menarik dan berujung saling serang. Begitu juga dengan hadirnya kedua figur ini sebaiknya memberikan pembinaan politik lewat akselerasi terlebih pada tim-tim sukses untuk mengurai gagasan agar mereka dapat diterima oleh masyarakat.

“Saya pikir lewat visi-misi  yang harus mnjadi pegangan buat mereka untuk direalisasikan,”ungkap Sahrul

Yang paling penting adalah siapa pun figur yang akan tampil pada Pilkada mendatang harus berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan dan  menghidupkan sektor-sektor produktif ekonomi di Muna.

“Mindset kita harus diubah, strategi politik yang lebih edukatif dan lebih humanis,”imbuhnya

Untuk itu kata Dia, Ada baiknya kita saling menjaga sistem politik yang humanis dengan mengedepankan politik gagasan dalam menguraikan ide-ide sehingga masyarakat benar-benar yakin atas pilihan mereka.

“Sudahlah saling memanas-manasi, apalagi saling membuli, mari kita dorong politik yang humanis sehingga muna tidak terkesan berada dizona merah,”ajak pria yang doyan kopi itu.(B)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co