, , , ,

Laporkan Anggaran Tak Sesuai Volume, Kejari Konsel  Bakal Tindaki Kades Waworano

  •  
  •  
  •  

Reporter : Afdal | Editor : Armin | Publizer : Admin


KALOSARANEWS : Dugaan tindak pidana korupsi kembali terjadi di desa waworano, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan, dengan modus melaporkan anggaran biaya yang sangat besar namun tidak sesuai dengan volume pekerjaan.

Hal itu  berdasarkan data dari  Inspektorat kabupaten konawe Selatan saat  melakukan audit , menemukan adanya indikasi temuan atau Kelebihan pembayaran terkait pengelolaan dana Desa di Desa Waworano , Kecamatan Kolono , Kabupaten Konawe selatan, tahun anggaran 2016 – 2018 tak sesuai dengan Rincian Anggaran Biaya (RAB).

Setelah menemukan adanya RAB yang sangat tidak sesuai dengan volume pekerjaan. Inspektor sudah melaporkan hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut  kepada Pihak kejaksaan negeri kabupaten Konawe Selatan.

Kasi Intel Kejaksaan Kabupaten Konawe Selatan, Samsu Gunawan. SH kepada wartawan  membenarkan hal tersebut, olehnya itu pihak Kejari Konsel akan melakukan penelaa lebih lanjut  dan juga ekspose oleh tim internal .

“Memang ada temuan atau kelebihan pembayaran beberapa pekerjaan tahun 2016 – 2018 di Desa Waworano yang di serahkan ke pihak kami,” ungkap Samsu Kamis (19/09/2019)

Lanjut, adapun temuan atau kelebihan anggaran tersebut antara lain, Pembangunan RTLH , Pembangunan Bronjong , Pembangunan WC Komunal , pembangunan deker dan peningkatan jalan produksi.

” Untuk besaran anggaran temuan tersebut  sebesar Lima Puluh Lima Juta tujuh ratus ribu rupiah ,”

Olehnya itu, setelah adanya LHP tersebut, dirinya berharap  kepada pihak laskar anoa sultra dan masyarakat desa waworano untuk  bersabar  guna melakukan penelaa terlebih dahulu.

“Kebetulan LHP khusus ini baru masuk di per tanggal 18/09/2019, jadi pihak kami akan melakukan penelaan lebih lanjut  dan juga ekspose oleh tim internal, adapun teman teman dari lembaga dan masyarakat ingin mengkoreksinya kami persilahkan,”  jelas dia

Sementara ketua laskar anoa sultra Rismansyah, saat melakukan protes dari hasil audit yang di lakukan oleh inspektorat kabupaten konawe selatan mengatakan, bahwa temuan tersebut bukan hanya itu saja.

“Saya rasa tidak sesuai dan masih ada lagi beberapa item yang belum di lakukan pemeriksaan yakni adalah pengelolaan dana BUMdes,  perpipaan, bendungan, bibit merica, dan kopi robusta sekaligus kami meminta juga agar keseluruhan pekerjaan harus di periksa ulang karena kami rasa tidak sesuai hasil audit dengan kejadian di lapangan,”

Dengan demikian Rismansyah meminta kepada pihak Kejari Konsel, setelah adanya  temuan yang sebesar Lima Puluh Lima Juta tujuh ratus ribu rupiah kejari konsel secepatnya melanjutkan perkara ini.

”  Tindak ini kan  sudah sangat jelas adanya tindak pidana korupsi , apa lagi alasannya temuan sudah ada , tindak pidana sudah jelas dan jelas telah merugikan negara,” tegas rismansyah

Hingga berita ini diterbitkan, Pihak Kades belum bisa di konfirmasi.(A)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co