Konawe Suguhkan Kampung Sagu untuk Tamu HPS

oleh
Ketgam : Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe Muh. Akbar saat menunjunkan para tamu dari Kementerian Pertanian RI kesedian Kampung Sagu untuk dikunjungi oleh para tamu HPS.
Ketgam : Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe Muh. Akbar saat menunjunkan para tamu dari Kementerian Pertanian RI kesedian Kampung Sagu untuk dikunjungi oleh para tamu HPS.

Reporter : Januddin. Editor : Armin, Publizer : Iksan


KALOSARA NEWS : Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 tahun (1 November 2019), untuk di Kabupaten Konawe sagu yang menjadi salah satu icon makanan khas suku Tolaki  menjadi perhatian Biro Kerjasama Luar Negeri melalui Kementerian Pertanian RI. Perwakilan dari Kementerian Pertanian RI meninjau langsung kampung sagu di Desa Labela, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) salah satu tempat kunjungan oleh para tamu HPS dari berbagai negara tetangga.

Yurika Arianti Permanasari perwakilan Kementrian RI menuturkan bahwa kesiapan HPS sudah mencapai 95 persen. “Mendekati hari H paling, hanya tinggal sedikit saja yang perlu di finalisasi sebelum hari H,” ungkap pada saat diwawancara Desa Labela.

Karena untuk konfirmasi diplomatis tour yang akan hadir pada hari H sekitar 25 peserta  mewakili 16 embassy kedutaan dan organisasi internasional yang berkedudukan di Indonesia.

“Sementara untuk dubesnya sendiri ada sekitar delapan orang ditambah orang kedua setingkat Dubes, jadi totalnya sekitar dua belas orang Dubes dari Embessy dari Jakarta,” tambahnya.

Kata dia, kegiatan dilakukan sebagai salah satu rangkaian HPS yang merupakan ulang tahun dari Organisasi Lembaga Pangan dan Pertanian PBB Food and Agriculture Organization (FAO) di Roma.

 

Foto bersama di lokasi kampung sagu di Desa Labela
Foto bersama di lokasi kampung sagu di Desa Labela

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sultra baik itu dari Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten Konawe yang telah berpartisipasi memberikan kontribusi aktif dalam penyiapan penyelenggaraan HPS ke 39 tahun 2019,” ucapnya.

Dimana  Kata Dia, di Sultra sendiri sagu merupakan salah satu komoditas unggulan dari Provinsi dan salah satu project kerja sama antara Kementerian Pertanian dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan dengan FAO yang merupakan badan pangan pertanian PBB itu memiliki proyek sagu di Konawe.

Jadi kita ingin menunjukan kepada para Diplomatiktur bahwa inilah potensi sagu yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe,” katanya.

Ditempat yang  Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muh. Akbar mengatakan pembudidayaan sagu akan lebih ditingkatkan pengembangannya karena sagu ini merupakan salah satu tanaman komoditi di dunia yang tidak berpengaruh dengan perubahan iklim.

Jadi icon HPS yang ke-39 tahun, secara nasional ini adalah sagu, karena iconya adalah kakao dan sagu yang sekaligus pengembangan dunia.

“Karena secara kekuatan ekonomi, nenek moyang kita dulu orang tolaki tidak ada yang perna sakit usus turun, usus buntu, kanker usus karena sering mengkonsumsi sagu walaupun perjanya keras,” kata akbar.

Menurut Mantan Kabag Umum Setda Konawe ini, Setelah di teliti Sagu ini merupakan salah satu sumber tepung yang tidak mengandung Leucogen dalam pembuatan bahan makanan.

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •