Ada 8 Kecamatan di Kolaka Timur Rawan Pada Pilkada 2020

Ketgam : Abang Saputra Laliasa, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Koltim
Ketgam : Abang Saputra Laliasa, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Koltim
  •  
  •  
  •  

Reporter : Utha, Editor : Armin, Publisher : Iksan


KALOSARA NEWS : Delapan kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar serentak pada 23 September 2020 mendatang.

Ketgam : Abang Saputra Laliasa, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Koltim
Ketgam : Abang Saputra Laliasa, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Koltim.

Delapan kecamatan potensi IKP tertinggi yakni Kecamatan Lambandia, Aere, Ladongi, Mowewe, Tirawuta, Uluiwoi, Ueesi dan Dangia. Kedelapan kecamatan ini memiliki indikator beragam kecurangan yang di deteksi Bawaslu.

Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Koltim, Abang Saputra Laliasa mengatakan, IKP di delapan kecamatan tersebut di tetapkan berdasarkan kondisi wilayah itu sendiri, contohnya, wilayah perbatasan antara kabupaten dan wilayah dengan pertumbuhan pekerja dari luar daerah.

Ia mengungkapkan dugaan kecurangan mungkin saja terjadi di delapan wilayah itu, antaranya mobilisasi massa dari luar daerah. Dengan masuknya pemilih ilegal yang di gerakan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung salah satu calon kada, dan memanfaatkan tenaga kerja perusahaan untuk melakukan kecurangan dengan mendaftarkan identitasnya sebagai pemilih.

“Di Tirawuta sendiri selain mobilisasi massa dari luar, IKP juga bisa terjadi akibat pemilih ilegal dari tenaga honorer pemda Koltim,” kata Abang. Kamis, 12/12/2019.

Selain tenaga kerja honorer, dugaan juga datang dari pekerja perusahaan. Antaranya di kecamatan Ladongi yang saat ini sedang di bangun waduk Ladongi. Kecamatan Mowewe, karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan Uluiwoi-Ueesi selain berada di perbatasan Koltim-Konawe, wilayah ini tengah berjalan pengerjaan bendungan pelosika.

“Makanya Bawaslu mewanti-wanti, pada saat pemutakhiran data, pengawas pemilu mulai dari tingkat kecamatan hingga desa harus terlibat aktif, untuk memastikan legalitas Daftar Pemilih Tetap (DPT red) sah,” ungkap Abang. (B)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co