Seorang Ibu di Kendari Dihatam Tabung Gas, Korban Meninggal

  •  
  •  
  •  

Reporter : Hendra. Editor : Armin . Publisher : Iksan


KALOSARA NEWS : Seorang ibu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sedang hamil tiga bulan bernama Riska Yanti (24) dan anaknya bernama Arista yang baru berusia satu tahun, di aniaya oleh sepupunya sendiri yang bernama Viksal alias Anjar (21) dengan menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram.

Korban Riska Yanti sebenarnya sempat dilarikan ke rumah sakit pada malam kejadian, namun akhirnya meninggal dunia pada Minggu (5/1/2020). Dokter menyebut sebab kematiannya karena hantaman benda yang keras di kepala sebelah kiri. Sementara sang puteri, Arista hingga kini masih menjalani perawatan di RS Santa Anna Kendari.

Kapolres Kendari, AKBP Didik Erfianto, mengatakan Kronologinya, pada Jumat (4/1/2020) malam, tersangka mendatangi rumah kos korban di jalan Cendana, dan saat itu korban Riska Yanti bersama dengan anaknya Arista sementara tidur, dan sewaktu tersangka masuk kedalam rumah korban pintu rumah dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci.

Tersangka masuk rumah korban secara diam-diam dan langsung menuju kedapur mengambil sebuah tabung gas ukuran 3 Kg yang sementara terpasang di kompor gas, lalu tersangka membukannya dan berjalan menuju kearah korban yang sementara tidur.

Disaat itu Pula Lanjut Didik terangka Viksal alias Anjar langsung melakukan pemukulan kearah wajah korban dengan menggunakan sebuah tabung gas yang ia ambilnya hingga mengenai korban dan anak korban, dan pada saat itu korban langsung berteriak dan anak korban menangis.

“Pada saat itu tersangka melakukan penganiayaan dengan mengunakan tabung gas ia lakukan sebanyak empat kali hingga korban mengalami luka robek Pada bagian jidad sebelah kiri, mata kiri bengkak dan memar, Pipi kiri memar, Pergelangan tangan kiri memar, dan anak korban mengalami memar pada bagian belakang, telinga sebelah kiri dan gigi anak korban goyang,” terang Didik.

Didik menambahkan, pelaku nekat memasuki rumah korban karena tahu suami korban sedang tidak berada di rumah. Saat melakukan penganiayaan, pelaku diketahui dalam keadaan terpengaruh minuman keras jenis kameko.

“Motifnya adalah dendam lama antara pelaku dan korban yang sebenarnya masih sepupu satu kali,” kata Didik.

Setelah beraksi, pelaku sempat melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh polisi pada Sabtu (4/1/2020) dini hari di Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari.

“Tersangka kami jerat dengan Pasal 340 juncto Pasal 355 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal 15 tahun dan maksimal hukuman mati,” pungkas Kapolres.(B)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co