Disertasi Sesat dan Menyesatkan

oleh
Saniawati
Saniawati
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh : Saniawati

(Pemerhati Sosial)


Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng nama baiknya. Kemarin beredar kabar kampus negeri Indonesia berlabel islam men-DO mahasiswanya hanya karena diduga berafiliasi dengan gerakan radikalisme. Selain itu, kampus UIN Yogyakarta menghebohkan negara dengan meloloskan disertasi tentang zina di luar nikah. Disertasi ini menuai kontra di kalangan masyarakat muslim Indonesia.

Tempo.co, Yogyakarta – Abdul Aziz, Doktor lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjelaskan tentang akad atau perjanjian hubungan intim diluar nikah yang dinilainya tidak melanggar hukum islam. Disertasi bertema hubungan intim tanpa nikah dengan konsep Milk Al-Yamin dari tokoh intelektual muslim liberal asal Suriah, Muhammad Syahrur.

Tafsir Milk Al-Yamin menurut Muhammad Syahrur adalah hubungan intim yang tidak dilandasi dengan perkawinan melainkan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan biologis alias komitmen dua orang untuk berhubungan seksual kebiasaan masing-masing, asal kedua pihak yang melakukan hubungan intim memahami bahwa hubungan tersebut adalah sebuah hubungan seksual nonmarital.

Menurutnya, kesempatan itu untuk mencegah penipuan terhadap perempuan. Karena tidak sedikit perempuan bersedia berhubungan dengan laki-laki hanya karena tergiur dengan janji. Selain itu, kesempatan untuk hubungan intim bisa tanpa saksi atau wali jika memang sudah dewasa dan berakal sehat. Tapi boleh saja jika ingin menggunakan model perjanjian kawin kontrak, tuturnya dalam sebuah wawancara pada senin (2/09/2019)

Begitu tajamnya pemikiran liberal hingga masuk pada ranah pendidikan yang berlabel islami. Kampus islam tidak dapat menjamin akan terhindar dan bebas dari pemikiran liberal. Bahkan institusi tersebut menjadi sarang paham liberalisme yang melahirkan para intelektual yang pro terhadap liberal dan anti terhadap islam kaffah. Buktinya saja pembimbing dan penguji dari disertasi tersebut meluluskan dengan nilai memuaskan.

Pendidikan sangat penting terutama bagi generasi muda kaum milenial yang memegang tongkat estafet peradaban. Ketika pendidikan menjadi pabrik pemikiran liberal Barat, maka bukan hanya generasi muda melainkan peradaban juga menanggung konsekuensi kerusakan akibat paham tersbut.

Disertasi dengan nilai terbaik tersebut secara tidak langsung merusak pemikiran, pemahaman, dan gaya hidup masyarakat. Pergaulan bebas merajalela, free seks meningkat, hamil diluar nikah bahkan aborsi melanda negeri dianggap merupakan hal biasa. Alih-alih untuk keadilan bagi kaun hawa tetapi sebaliknya hanya kesengsaraan yang diperoleh. Sehingga disertasi ini dianggap sesat lagi menyesatkan.

Itu semua tidak terlepas dari paham sekularisme. Sekularisasi pendidikan menjadikan tokohnya melegalkan kekufuran dan mejauhkan umat dari aturan islam. Islam digunakan hanya sekedar takaran spiritual tidak untuk pemakaian dalam aspek kehidupan sehari-hari. Akibatnya umat semakin jauh dari solusi problem kehidupan.

 Pemikiran liberal ini tak akan masuk jika Indonesia menegakkan sistem islam dengan menaati seluruh aturan-aturannya. Dalam pendidikan islam, yang menjadikan landasan dalam setiap kurikulumnya adalah akidah islam. Tsaqofah asing tidak di ajarkan didalamnya. Adapun jika dipelajari hanya sekadar pengetahuan semata. Sehingga ketika paham-paham Barat masuk  maka akidah islam yang akan menjadi filter bagi kaum muslim.

Bukti nyata dari penerapan sistem pendidikan islam yakni negara islam banyak melahirkan ulama-ulama besar, menghasilkan peradaban terkemuka di dunia selama berabad-abad, terdapat penemuan baru dari ilmuwan islam seperti Ibnu Al-Haitsami penemu teori tentang mata dan optik, Abbas Ibnu Firnas penemu teori penerbangan dan masih banyak lagi.

Penerapan sistem islam semata hanya untuk kebaikan bagi umat, ketika diterapkan maka kegemilangan yang akan diperoleh. Berbeda halnya dengan sistem kufur yang diterapkan, kerusakan yang diperoleh. Keuntunngan hanya dirasakan para kafir Barat.

Penting bagi umat islam untuk menerapkan sistem pendidikannya demi kemajuan umat. Menegakkan kembali sistem yang bersumber dari Sang Pencipta secara kaffah agar umat dapat bangkit dari kejumuddan dan cengkeraman Barat serta meraih ridho Allah. Mengembalikan kehidupan Islam ini merupakan tugas kita semua sebagai umat terbaik yang di janjikan oleh Allah. Wallahua’lam bi ash-shawab.


Editor : Armin | Publizher : Iksan