,

Tiga Konsep Pemerintahan KSK-GTS, Menuju Kemakmurannya

#TigaKonsepPemerintahanKSK-GTS,
Ketgam : Suasana paripurna dalam rangka HUT Konawe
  •  
  •  
  •  

Masyarakat sudah makan?, Masyarakat sudah sehat? dan apakah masyarakat sudah berpendikan?.


KALOSARA NEWS : Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, ST., MM menyampaikan pidato pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-60 di Gedung Utama DPRD Kabupaten Konawe, Selasa (3/3/2020).

Dalam pidatonya Gusli Topan Sabara  menjabarkan lahirnya konsep pembangunan Kabupaten Konawe yang menjadi embrio lahirnya visi-misi Kabupaten Konawe 2018-2023 gerbang membangun masyarakat mandiri yang berkelanjutan dan berdaya saing gemilang dengan tiga konsep dasar yakni apakah masyarakat sudah makan?, apakah masyarakat sudah sehat? dan apakah masyarakat sudah berpendikan?.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara mengatakan, momentum ini merupakan bukti betapa nilai-nilai sejarah masa lalu mampu memberikan motivasi dan semangat untuk terus berkarya dan menunjukkan integritas serta komitmen akan terwujudnya masyarakat Kabupaten Konawe yang maju dan sejatera.

Kata Gusli, sebagai generasi penerus tonggak estafet, boleh berbangga dan terus berupaya mempertahankan nilai-nilai ekolokal buadaya yang selama ini menjadi falsafat dan norma dasar hidup masyarakat Kabupaten Konawe. Tdak pernah surut langka kita untuk terus berusaha dan berupaya agar budaya, adat-istiadat dan yang telah mengangkat dalam berbagai bagian masyarakat tetap lestari sampai kapan pun dan masa apapun.

Ketgam : Wakil Bupati Konawe saat menyampaikan sambutannya pada HUT ke 60 tahun Konawe
Ketgam : Wakil Bupati Konawe saat menyampaikan sambutannya pada HUT ke 60 tahun Konawe

Menurut Gusli, kita harus menyakini bahwa masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam konteks dan dimensi pembangunan apapun dan di manapun  dengan semboyan ” Inae Konasara Ie’I Penasara, Inae Lia Sara Ie’Penaksara” adalah norma dasar yang menjadi landasan membangun.

“Setiap langka yang ditempuh tidak selama memberikan hasil yang signifikan, namun setiap langka yang dipijak akan mencipkan tatanan baru yang akan membentuk masa kebangkitan yang dicintai ini. Tantangan datang selalu dinamis untuk itu menutut untuk senantiasa berupaya meperbaiki sumberdaya yang dimiliki, di sisi lain dalam mengadapi era globasisi yang semakin koplik ini adalah persatuan dan kesatuan tekad bersama,” sambut Gusli.

Gusli menuturkan, berdirinya Kabupaten Konawe pada konteks kekinian memiliki makna yang begitu dalam yaitu tergambar dalam visi-misi pembangunan Kabupaten Konawe 2018-2023 yaitu Konawe yang Makmur dan Mandiri tahun 2023. Embrio lahirnya konsep dan formulasi operasional yang disebut dengan Grand Stategi Gerbang Membangun Masyarakat Mandiri yang berkelanjutan dan berdaya saing Gemilang.

“Esensi dari pada visi-misi yang gambarkan di dalam ini tercipta tahun 2012 yang lalu, pada saat itu bapak Kery Saiful Konggoasa masih menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Konawe, kami pada saat itu sebagai ketua Komisi. di Rujab DPRD pada saat itu kami sempat tanya pada  beliau apa visi-misi untuk 2013, beliau menyatakan tiga lah, pertama apakah masyarakat sudah makan, kedua apakah masyarakat sudah berpendidikan dan ketiga apakah masyarakat sudah sehat,” Kata Gusli.

Kata dia, Dalam program pembangunan Konawe adalah program Ekonomi, Kesehatan dan program Pendidikan, Ekonomi yang dimasksud pihaknya merefleks apa yang dikatakan Bupati Konawe yang kedua, apakah masyarakat sudah makan?.  Sehingga melahirkan tiga program pertama program sejuta sapi, program sejuta beras dan program seribu kolam.

“tiga program inilah yang akan menghatarkan masyarakat kita kaluar dari kemiskinan, apakah sudah makan, apakah sudah berpendidikan dan apakah sudah sehat, tiga ini yang akan membuat kebangkitan ekonomi kita,”ungkap Gusli seraya mengakhiri sambutannya.

Ketua DPRD Kabupaten Konawe Dr. Ardin menambahkan, DPRD Kabupaten Konawe akan senatiasa berkomitmen mendukung semua kegiatan pemerintah selama itu bertumpuh pada menuju kemakmuran, dan DPRD Kabupaten Konawe dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya akan senantiasa bertugas sesuai dengan fungsi-fungsinya.

“Untuk itu kami mengapresiasi dua tahun kepemimpinan KSK-GTS yang mana pertumbuhan ekonomi dari 5,6 persen pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi kita menjadi 7,4 persen pada periode pertama dan diperiode kedua naik menjadi 9,20 persen dan tugas kita adalah menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi 12,4 persen” ungkapnya.

Artinya kata Ardin, beban masyarakat Kabupaten Konawe di bawah kepemimpinan KSK-GTS maju dan makmur. konsep ekomoni makro dan mikro kini terjawab artinya penciptaan lapangan kerja kini terbuka seperti terlihat terbuka industri Morosi mencipkan lapangan kerja untuk masyarakat kabupaten Konawe. Dan DPRD akan terus memberikan pengawasan dan masukan jika itu ada hal-hal yang dibutuhkan.

Konsep kemakmuran yang telah disampaikan oleh pemerintah perlu direspon dan digali untuk peradaban masyarakat Konawe. Peradaban yang mendiami masyarakat Konawe dengan tiga peradaban dalam hal ini Menda’u, Walaka dan A’epe, dan DPRD telah mengalokasikan pada tiga sektor ini untuk pembangunan daerah demi mewujudkan masyarakat Konawe yang sejahtera. (Adv)


Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
PT Kalosara Media Sultra | Penerbit www.kalosaranews.com merupakan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta tergabung dalam jaringan Siberindo.co